KOTA TANGERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Ahli Tata Kota menilai sistem tata ruang Kota Tangerang perlu dievaluasi usai banjir menerjang daerah tersebut.
Permasalahan banjir yang terus berulang di Kota Tangerang mendapat sorotan serius dari berbagai pihak, termasuk kalangan akademisi.
Ahli Tata Kota dari Universitas Trisakti, Yayat Supriyatna, menegaskan bahwa kolaborasi lintas wilayah dan evaluasi sistem tata ruang menjadi kunci utama dalam menuntaskan persoalan banjir di kawasan Jabodetabek, termasuk Kota Tangerang.
Menurut Yayat, salah satu penyebab utama banjir yang melanda beberapa titik di Tangerang adalah meluapnya aliran sungai besar yang melewati batas administratif, seperti Kali Angke, Kali Sabi, dan Sungai Cisadane.
Kondisi tersebut diperparah dengan pembangunan kawasan permukiman yang tidak memperhatikan daya dukung dan kapasitas saluran air di sekitarnya.
“Banyak pengembang membangun tanpa memperhatikan saluran induk, saluran kecil, hingga arah limpasan air. Sistem drainase dan resapan air yang ada di Kota Tangerang tidak dirancang untuk cuaca ekstrem. Ini bentuk kesalahan sistem tata ruang yang harus dievaluasi,” tegas Yayat, melalui siaran pers yang diterima Minggu
13 Juli 2025.
Ia menilai bahwa Pemkot Tangerang tidak bisa bekerja sendiri dalam menyelesaikan masalah banjir, melainkan perlu menjalin sinergi berkelanjutan dengan pemerintah pusat dan daerah tetangga.
Yayat juga menekankan pentingnya membuka data kondisi lapangan secara transparan untuk mendorong intervensi dari pihak-pihak yang memiliki kewenangan.
“Masalah banjir itu lintas wilayah. Pemkot Tangerang harus aktif mendorong kerja sama dengan pemerintah pusat, daerah lain, dan pengelola sungai. Cermati masalahnya, lihat siapa yang bertanggung jawab,” ujarnya.
Lebih lanjut, Yayat mendorong adanya penataan ulang sistem drainase, peningkatan kapasitas saluran air, serta pendekatan berbasis data untuk perencanaan infrastruktur pengendali banjir.
Ia menilai solusi jangka panjang hanya bisa dicapai jika semua pihak duduk bersama dan memiliki komitmen bersama dalam mengelola kawasan yang terintegrasi.
Dengan sinergi yang kuat, ia meyakini penanganan banjir tidak hanya akan menjadi solusi sementara, tetapi dapat berdampak langsung dan berkelanjutan bagi masyarakat.
Editor: Bayu Mulyana











