SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten telah resmi menjalankan Program Sekolah Gratis. Ada 88 ribu siswa yang dibiayai sekolahnya melalui APBD Banten 2025.
Setiap siswa yang jadi peserta program itu pun diberikan buku tabungan sekolah gratis Bank Banten.
Gubernur Banten, Andra Soni, mengatakan bahwa program ini terlaksana berkat kerja sama semua pihak, khususnya sekolah swasta
Kata Andra, tahun ajaran 2025/2026 menjadi momen penting untuk memastikan seluruh anak usia sekolah di Banten dapat mengakses pendidikan menengah tanpa terkendala biaya.
“Program ini adalah bentuk kehadiran negara dalam menjamin akses pendidikan yang setara,” kata Andra, Minggu, 20 Juli 2025.
Andra juga menyampaikan pesan khusus kepada para siswa yang tergabung dalam program sekolah gratis untuk fokus dalam belajar. Karena, tidak lagi merasa terbebani dengan urusan biaya sekolah.
“Saya punya keyakinan bahwa anak-anak Banten punya masa depan. Hari ini, anak-anak tidak perlu lagi khawatir setiap bulan diingatkan oleh yayasan atau kepala sekolah soal bayaran. Biarlah itu menjadi tanggung jawab pemerintah. Tugas kalian adalah belajar semaksimal mungkin,” ujarnya.
Program Sekolah Gratis diluncurkan oleh Andra Soni pada 2 Mei 2025 bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional.
Program Sekolah Gratis menyasar siswa-siswi SMA/SMK/MA/SKh swasta di seluruh Provinsi Banten, khususnya bagi mereka yang tidak tertampung di sekolah negeri. Tujuannya adalah memastikan tidak ada anak usia sekolah yang putus pendidikan karena alasan biaya.
Hingga pertengahan Juli 2025, tercatat sebanyak 811 hingga 814 sekolah swasta telah bergabung dalam program ini, dari target awal sekitar 1.200 sekolah.
Program itu menargetkan sekitar 87.000 hingga 88.000 siswa baru kelas 10 di seluruh kabupaten/kota di Provinsi Banten.
Pemerintah Provinsi Banten telah menggelontorkan anggaran sekitar Rp 159 miliar untuk enam bulan pertama pelaksanaan program.
Setiap siswa memperoleh bantuan biaya pendidikan sebesar Rp 250.000 per bulan untuk wilayah Tangerang Raya, dan Rp 150.000 per bulan untuk wilayah Serang, Cilegon, Lebak, dan Pandeglang.
Dana tersebut disalurkan langsung ke rekening virtual siswa dalam empat tahap pencairan setiap tahun.
Editor: Agus Priwandono











