SERANG, RADARBANTEN.CO.ID- Mahasiswa yang melakukan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Kelompok 35 UIN SMH Banten berkolaborasi dengan Masyarakat Desa Tanjungsari, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang.
Mereka kompak berkolaborasi untuk menyelesaikan persoalan sampah di Kabupaten Serang dengan mengolah sampah organik menjadi Eco Enzim.
Kegiatan terlaksana berkat kerjasama dengan Bank Sampah Digital (BSD), untuk memberikan sosialisasi mengolah sampah organik yang berupa kulit buah-buahan menjadi Eco Enzim yang nantinya dapat digunakan sebagai pupuk pertanian dan terapi.
Perwakilan dari Bank Sampah Digital Aisya Meira Putri mengungkapkan, Eco Enzim memiliki berbagai manfaat, mulai dari kebutuhan pertanian hingga kesehatan.
“Jadi olahan Eco Enzim ini bisa digunakan untuk pupuk, bisa juga untuk terapi, nanti ditaruh di bawah kasur,” katanya, Jumat 25 Juli 2025.
Ia menjelaskan, sampah organik di lingkungan masyarakat jumlahnya sangat melimpah, sehingga sangat disayangkan apabila hanya dibuang atau dibakar begitu saja. Padahal ada banyak manfaat dari sampah organik apabila diolah dengan tepat.
“Sayang sekali, karena sampah organik itu lebih banyak. Lebih baik diolah supaya jadi pemasukan oleh masyarakat,” jelasnya.
Senada diungkapkan Oleh Ahmad Tabrani, Dosen Pembinaan Lapangan (DPL). Ia menyebutkan, permasalahan sampah merupakan persoalan tahunan yang terus berulang. “Sampah ini kan masalah tahunan. Memang sangat bagus jika diolah saja,” ucapnya.
Ia menambahkan bahwa hingga saat ini masyarakat belum memiliki sistem pengelolaan sampah yang terorganisir. Akibatnya, sampah kerap dibakar atau dibuang ke selokan.
“Belum terorganisir, sehingga masyarakat di sini, jika dibuang paling dibakar, bagusnya diolah saja menjadi Eco Enzim,” pungkasnya.
Editor: Mastur Huda











