RADARBANTEN.CO.ID – Suara teriakan yang menggema dari Kampung Lame, Desa Mekarsari, Kecamatan Panimbang, Pandeglang, sempat membuat warga sekitar heboh.
Namun, setelah ditelusuri, suara itu ternyata berasal dari latihan komunitas seni Ruang Kreatif Halaman Budaya yang tengah bersiap tampil di ajang Lanjong Art Festival 2025.
Komunitas asal Pandeglang itu akan membawa naskah teater berjudul ‘Anak Panggung di Negeri Panggung’ karya Ab Asmarandana ke festival seni berskala nasional dan internasional yang digelar Agustus 2025 di Tenggarong, Kalimantan Timur.
Pementasan tersebut dibintangi oleh Nanda Maulana dan Ruli Akmal, dengan Abdurrozaq sebagai direktur musik, Lita Paramitha sebagai produser, serta diarahkan oleh sutradara RA Yopi Hendrawan.
“Ini bukan sekadar pertunjukan, tapi juga refleksi dan kritik terhadap sistem sosial di negeri ini,” kata Yopi Hendrawan, Kamis (31/7).
Yopi menjelaskan, proses kreatif yang dijalani kelompoknya dimulai dari perenungan mendalam.
“Kami menempatkan diri sebagai objek sekaligus subjek. Tubuh, rasa, dan pikiran menjadi media. Gaya ungkap adalah PR besar yang harus terus dicari,” jelasnya.
Pementasan ‘Anak Panggung di Negeri Panggung’ akan menyuarakan dilema kehidupan para pelaku seni peran di Indonesia.
Tak hanya menampilkan akting, karya ini juga akan menyentuh sisi kontemplatif dan menyelipkan wacana kritis khas kelompok ini.
Diketahui, Lanjong Art Festival 2025 mengusung tema ‘Habis Barat Terbitlah Timur’. Ajang ini akan mempertemukan seniman dari berbagai daerah dan negara, menjadi wadah pertukaran budaya dan gagasan kreatif.
Keikutsertaan Ruang Kreatif Halaman Budaya pun diharapkan bisa menjadi representasi suara seni dari Banten di panggung nasional. (Dan/bam)
Reporter : Moch. Madani Prasetia
Editor : Bayu Mulyana












