CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Kasus demam berdarah dengue (DBD) kembali muncul di Kelurahan Semangraya, Kecamatan Citangkil, Kota Cilegon. Dalam dua pekan terakhir, tercatat empat warga terjangkit DBD dan dua di antaranya masih menjalani perawatan di rumah sakit.
Seluruh kasus berasal dari lingkungan Kubang Welut RT 01 RW 04. Wilayah ini berbatasan langsung dengan Kecamatan Ciwandan. Bahkan, satu korban tercatat berasal dari desa sebelah yang masih berada di kawasan perbatasan.
Ketua Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kelurahan Semangraya, Muhamad Abi Mustaqim, membenarkan adanya temuan kasus DBD tersebut. Ia menilai kondisi ini harus menjadi perhatian bersama agar tidak berkembang menjadi klaster baru.
“Dalam waktu dua minggu terdapat empat orang terkena demam berdarah. Dua orang masih dalam perawatan di rumah sakit. Ini menjadi peringatan bagi kita semua untuk meningkatkan kewaspadaan,” ujarnya, Jumat, 27 Februari 2026.
Menurut Abi, pihaknya bersama anggota FPRB telah melakukan pemantauan serta mengimbau warga untuk melakukan langkah pencegahan mandiri, seperti menguras tempat penampungan air, menutup wadah terbuka, dan membersihkan lingkungan dari potensi sarang nyamuk.
Namun, ia menilai upaya tersebut perlu didukung langkah cepat dari Pemerintah Kota Cilegon, khususnya melalui penyemprotan atau fogging di wilayah terdampak.
“Kami berharap Pemkot segera melakukan fogging di lingkungan yang sudah terindikasi kasus agar penyebarannya bisa dibatasi. Selain itu, sosialisasi tentang gejala dan pencegahan DBD juga perlu ditingkatkan,” tegasnya.
Abi menambahkan, perubahan cuaca yang tidak menentu berpotensi meningkatkan populasi nyamuk Aedes aegypti, penyebab utama DBD. Karena itu, kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah sangat diperlukan guna mencegah bertambahnya jumlah penderita.
Ia juga mengimbau warga yang mengalami gejala seperti demam tinggi mendadak, nyeri otot, sakit kepala, hingga muncul bintik merah pada kulit agar segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.
“Kami tidak ingin kasus ini meluas. Pencegahan harus dilakukan bersama, jangan sampai menunggu korban berikutnya,” pungkasnya.
Editor: Mastur Huda











