SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Gubernur Banten, Andra Soni, mengaku bangga Banten International Stadium (BIS) akhirnya digunakan untuk pertandingan sepak bola. Sejak diresmikan pada Mei 2022, laga Indonesia Super League 2025 antara Dewa United Banten FC melawan Malut United FC menjadi pertandingan perdana di stadion berstandar internasional yang dibangun dengan anggaran Rp 874,3 miliar tersebut.
Usai menyaksikan pertandingan pada Sabtu malam, 9 Agustus 2025, yang berakhir dengan skor 3-1 untuk kemenangan Malut United, Andra menegaskan, akan memaksimalkan pemanfaatan BIS, baik untuk laga bergengsi maupun kegiatan lain yang memberi dampak positif bagi masyarakat.
“Ini merupakan kebanggaan bagi warga Banten. Kita punya stadion standar internasional, dan hari ini kita melihat jalannya pertandingan berjalan baik mulai dari penonton, suporter, hingga perangkat pertandingan,” ujarnya.
Meski demikian, Andra mengakui masih ada sejumlah fasilitas yang perlu ditingkatkan, seperti pagar, area parkir, penerangan, serta akses jalan menuju stadion.
“Harapannya akses masuk bisa lebih lancar, sehingga penonton tidak terkendala di jalan utama. Ini akan menjadi fokus pengembangan ke depan,” kata mantan Ketua DPRD Banten periode 2019–2024 itu.
Andra juga bersyukur karena ada tim Liga 1 yang bersedia menjadikan BIS sebagai kandang.
Walaupun jumlah penonton masih dibatasi sesuai standar pertandingan, ia melihat, animo masyarakat cukup tinggi dan berpotensi menggerakkan sektor ekonomi lokal.
“Saya melihat keterlibatan masyarakat dan UMKM di sekitar stadion. Kalau nanti kapasitas penuh, dampak ekonominya akan jauh lebih besar,” jelasnya.
Menurutnya, optimalisasi BIS adalah tanggung jawab bersama, mulai dari suporter, pemerintah kabupaten/kota, hingga Pemprov Banten.
“Ini kebanggaan bersama, sekaligus tantangan bagi kita untuk terus mengembangkannya,” pungkas Andra.
Editor: Agus Priwandono











