CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Wali Kota Cilegon, Robinsar, merespons aksi unjuk rasa mahasiswa yang berlangsung bertepatan dengan Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kota Cilegon.
Ia menegaskan, saran dan kritik yang disampaikan mahasiswa akan diapresiasi selama bersifat membangun.
“Kami ucapkan terima kasih atas saran dan kritik. Kami melihat itu sebagai bentuk demokrasi, dan semua orang berhak menyampaikan pendapat. Ketika itu membangun, kita apresiasi,” ujar Robinsar kepada Radar Banten, Jumat 15 Agustus 2025.
Robinsar mengajak mahasiswa memanfaatkan ruang dialog yang telah disediakan Pemkot Cilegon melalui program Merdeka Bicara.
Forum tersebut, kata dia, menjadi wadah terbuka untuk berdiskusi dan menyampaikan aspirasi secara konstruktif.
“Alangkah lebih baiknya, kita tidak tertutup dengan teman-teman mahasiswa. Kami membuka ruang melalui Merdeka Bicara. Apapun masukan dan kritik yang membangun akan kami terima sebagai bahan evaluasi. Hanya saja, cara penyampaiannya bisa kita diskusikan bersama,” katanya.
Menanggapi tuntutan mahasiswa terkait kemiskinan, Robinsar menyebut persoalan itu erat kaitannya dengan kesejahteraan buruh dan lapangan pekerjaan.
“Semua saling berkaitan, ujungnya bagaimana caranya agar masyarakat mendapatkan pekerjaan. Kami memberikan peluang bagi investasi yang masuk untuk membangun industri, menyerap tenaga kerja lokal, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tegasnya.
Editor: Bayu Mulyana











