LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID- Penjual bendera merah putih di Jalan Multatuli, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, mengaku merugi karena persaingan dengan bendera one piece yang sedang viral. Salah satu kondisi tersebut dirasakan oleh Supriyadi penjual bendera di Jalan Multatuli Rangkasbitung, Jumat 15 Agustus 2025.
Ia menuturkan, viralnya bendera mempengaruhi pendapatanya, yang biasa bisa mencapaia Rp700 ribu hingga Rp1 juta dalam beberapa hari. Namun saat ini berbading terbalik dengan ekfektasinya.
“Karena dampak One Piece itu mempengaruhi. Kalau tahun kemarin masih agak mendingan. Tahun kemarinnya lagi ya lumayan gitu masih juga. Kalau sekarang di bilang sangat anjlok, karena viralnya one piece,” kata Supriyadi kepada RADARBANTEN.CO.ID, saat berada di lapaknya, pada Jumat 15 Agustus 2025.
Ia mengungkapkan, bahwa kondisi tersebut membuat pendapatannya menurun drastis. Biasa perhari bisa menjual 10 sampa 15 bendera namun saat ini, mau capai lima bendera pun susah.
“Jadi sekarang kebanyakan yang mencari bendera One Piece itu. Ya kebanyakan pembeli itu nanyain begitu,” terangnya.
Lebih lanjut, Ia mengungkapkan dirinya tidak menjual bendera one piece karena takut dan dilarang juga sesuai dengan ramainya pemberitaan. “Cuman saya kan enggak jual. Mau jualan tapi takut karena dilarang kan ya,” katanya.
Ia menambahkan, semoga kedepan penjualan bendera semakin meningkat mendekat HUT RI ke-80. “Harapan saya supaya kedepannya pendapat meningkat,” pungkasnya.
Editor: Bayu Mulyana











