LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Tradisi Ngagogo Lauk di Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak, kembali menyedot ribuan warga. Dalam peringatan HUT ke-80 RI tahun ini, lebih dari 15 ribu orang memadati area empang untuk mengikuti lomba menangkap ikan secara massal.
Kegiatan tahunan ini tak hanya menjadi ajang hiburan rakyat, tapi juga bentuk pelestarian budaya lokal yang makin diminati, bahkan oleh warga luar daerah. Tradisi yang dulunya digelar terbatas di tiga desa, kini berkembang ke tingkat kecamatan dengan skala yang jauh lebih besar.
Warga yang didominasi ibu rumah tangga terlihat antusias turun ke kolam sejak pagi hari. Mereka menggunakan peralatan seadanya untuk berebut menangkap ikan yang telah disebar oleh panitia.
“Saya dari Parungsari, alhamdulillah sudah dapat banyak ikannya. Tadi datang jam 08.00 WIB pagi bersama ibu-ibu rombongan dari kampung,” kata Sumi, peserta lomba, Senin 19 Agustus 2025.
“Ini pengalaman pertama saya ikut lomba tangkap ikan, alhamdulillah dapat ikan mas besar dan kecil. Senang sekali bisa ikut acara ini,” tambahnya.
Panitia lomba, Musa Wiliansyah yang juga anggota DPRD Provinsi Banten, menjelaskan bahwa kegiatan ini diikuti lebih dari 60 kelompok dari berbagai wilayah di Lebak Selatan, mulai dari Banjarsari hingga Panggarangan.
“Alhamdulillah antusiasme masyarakat sangat luar biasa. Tiket yang kami sediakan sebanyak 6.300, tapi pengunjung yang datang lebih dari 15.000 orang. Walaupun tidak semua kebagian tiket, mereka tetap semangat ikut memeriahkan acara,” terang Musa.
Ia menyebut panitia telah menebar lebih dari 2 ton ikan, ditambah stok sebelumnya sehingga total mencapai 3 ton. Semua ikan yang berhasil ditangkap bisa langsung dibawa pulang peserta.
“Selain lomba tangkap ikan, kami juga menyiapkan undian doorprize, termasuk hadiah umrah gratis. Tahun depan, insyaallah kami akan menggelar acara lebih besar lagi dengan hadiah utama senilai Rp100 juta,” tambahnya.
Menurut Musa, tradisi ngagogo sudah menjadi bagian dari identitas masyarakat Wanasalam sejak lama dan kini mulai menarik perhatian masyarakat dari luar Kabupaten Lebak.
“Ini membuktikan bahwa budaya nyair atau tangkap ikan masih melekat kuat di masyarakat. Semoga tradisi ini terus terjaga dan semakin meriah di tahun-tahun mendatang,” pungkasnya.
Editor : Merwanda











