CILEGON,RADARBANTEN.CO.ID–Warga Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol, kini bisa sedikit lega. Dua sumur bor baru resmi dibangun di Lingkungan Gerem Talang RT/RW 04/08 dan Gerem Kemlake RT/RW 03/10.
Fasilitas tersebut diharapkan menjadi solusi permanen untuk mengatasi masalah kekeringan yang kerap melanda wilayah tersebut.
Lurah Gerem, Rahmadi Ramidin, mengatakan pembangunan sumur bor ini merupakan tindak lanjut dari proposal yang diajukan pihak kelurahan ke Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) dua tahun lalu.
Menurutnya, air bersih memang menjadi isu krusial di Gerem sehingga menjadi fokus utama program kelurahan.
“Alhamdulillah proposal dua tahun lalu akhirnya direalisasikan tahun ini. Bahkan bertepatan dengan HUT RI ke-80, jadi kami anggap ini kado istimewa untuk masyarakat,” ungkap Rahmadi kepada Radar Banten, Kamis 21 Agustus 2025.
Rahmadi menjelaskan, dua sumur bor tersebut menjadi yang ke-18 dan 19 sepanjang masa jabatannya sebagai lurah.
Ia menargetkan pembangunan sumur bor bisa mencapai 20 titik agar kebutuhan air bersih di seluruh lingkungan Gerem terpenuhi.
“Di Gerem Talang penerima manfaat sekitar 70 KK, sedangkan di Gerem Kemlake sekitar 56 KK. Selama ini kalau kemarau panjang kita hanya bisa kirim air, itu solusi jangka pendek. Dengan sumur bor ini, kita punya solusi jangka panjang,” katanya.
Rahmadi menambahkan, biaya pengeboran di Gerem relatif besar karena kondisi wilayah pegunungan. Rata-rata kedalaman sumur mencapai 70 hingga 125 meter.
Untuk itu, selain mengandalkan APBD, pihak kelurahan juga menggandeng industri melalui program tanggung jawab sosial (CSR).
“Dari 19 sumur bor yang sudah ada, enam di antaranya didanai APBD, sisanya lewat CSR industri di sekitar wilayah Gerem,” ucapnya.
Camat Grogol, Jajat Sudrajat, menyampaikan apresiasi atas terealisasinya sumur bor di dua lingkungan tersebut. Menurutnya, program ini sangat membantu masyarakat yang selama ini identik dengan kekurangan air bersih.
“Alhamdulillah dengan adanya sumur bor, warga Gerem sangat terbantu. Kami berharap semua sumur yang sudah dibangun bisa dijaga dan dirawat masyarakat, sehingga permasalahan kekeringan tidak lagi terjadi,” ujar Jajat.
Reporter : Adam Fadillah
Editor: Agung S Pambudi











