SERANG,RADARBANTEN.CO.ID- Zaldi Dhuhanana lahir di Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan pada tahun 1971. Masa kecilnya dihabiskan di sebuah pulau di Kalimantan Utara.
Di usia SMP Zaldi pun harus merantau ke Provinsi Sumatra Utara yang berbatasn langsung dengan Aceh hingga lulus. Kemudian pengembaraan Zaldi dilanjutkan saat SMA, ia kemudian hijrah ke Kota Kembang, Bandung untuk mengenyam pendidikan di SMAN 3 Bandung.
“Setelah lulus SMAN Bandung, kemudian melanjutkan kuliah di ITB, namun di pertengahan jalan keluar dan melanjutkan pendidikan di D3 Agribisnis Pertanian Unpad,” katanya, Kamis 22 Agustus 2025.
Karirnya sebagai ASN pun dimulai pada tahun 1999. Kala itu Indonesia dipimpin oleh presiden Bj Habibie. Di masa pengabdiannya sebagai abdi negara, ia pun bertekad untuk melanjutkan pendidikan di Manajemen Agribisnis IPB Bogor hingga tamat.
Pada tahun 2006, ia kemudian memiliki kesempatan untuk belajar ke luar negeri. Zaldi mendapatkan beasiswa shortcourse dari Nuffic untuk belajar tentang Pengembangan Sumberdaya Ekonomi Lokal di Rijks Universiteit Groningen Belanda.
Satu tahun setelahnya, Zaldi kembali mendapatkan beasiswa dari Bappenas untuk melanjutkan pendidikan S2. ia pun memilih jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota di ITB Bandung dan berhasil mendapat gelar Magister Teknik.
Kesempatan untuk keluar negeri pun datang kembali di tahun 2008. Zaldi melanjutkan pendidikan di The National Graduate Institute of Policy Study di Minato Tokyo berkat beasiswa dari PHRD3 dan mendapat gelar Master of Public Policy (S2).
Setelah menyelesaikan pendidikan S2 di luar negeri, Zaldi mendapat kesempatan untuk menjadi Kasi Produksi Tanaman Pangan Dinas Pertanian Kabupaten Serang pada tahun 2010.
“Pada tahun 2015 saya mendapat beasiswa short course dari Neso untuk belajar tentang Water Planning di IHE Institute of Water Education Delft Belanda,” ungkap Zaldi.
Kemudian perjalanan karir Zaldi pun kian meningkat. Pada 2017 Zaldi mendapatkan promosi sebagai Kabid Tanaman Pangan. “Pada masa ini sempat menginisi Perda LP2B yg dilampiri dengan informasi spasial lahan sawah,” ujarnya.
Kemudian pada tahun 2019, ia kembali mendapat beasiswa dari PHRD untuk belajar tentang local economic enhancement di Institut University of Japan di Minami Uonuma Provinsi Niigata Jepang
Semenjak saat itu, karir Zaldi pun samakin melesat. Ia kemudian mengikuti open bidding pada tahun 2020, dan berhasil dilantik menjadi Kepala.Dinas Pertanian
“Awal tahun 2023 rotasi menjadi kadis perikanan. Lalu Maret 2024 dirotasi kembali menjadi Staf Ahli Bupati bidang Pembangunan Ekonomi dan Keuangan hingga saat ini,” ujarnya.
Reporter: Ahmad Rizal Ramdhani
Editor: Aditya











