PANDEGLANG,RADARBANTEN.CO.ID–Publik belakangan ini dihebohkan dengan kasus seorang balita di Sukabumi yang menderita cacingan akut.
Kasus ini menimbulkan keprihatinan lantaran penyakit cacingan kerap menyerang anak usia 1 hingga 12 tahun yang termasuk kelompok rentan.
Oleh karena itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pandeglang pun mengingatkan masyarakat agar lebih waspada.
Pasalnya, cacingan bukan hanya mengganggu kesehatan fisik anak, tetapi juga bisa memicu malnutrisi, anemia, hingga gangguan pertumbuhan atau stunting.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2) Dinkes Pandeglang, Dian Handayani, mengatakan kasus cacingan di Pandeglang memang ada, meski jumlah pastinya belum terdata secara rinci.
Menurutnya, identifikasi biasanya dilakukan lewat kegiatan rutin posyandu balita maupun penjaringan kesehatan anak sekolah.
“Kalau untuk kasus kecacingan di Pandeglang, kami memang belum ada data spesifik. Identifikasinya dilakukan saat kegiatan posyandu maupun penjaringan anak sekolah setiap tahun ajaran baru. Pemeriksaan laboratorium bisa dilakukan di puskesmas, salah satunya dengan tes tinja,” kata Dian Handayani, Minggu 24 Agustus 2025.
Dian menjelaskan, upaya pencegahan terus dilakukan melalui Pemberian Obat Pencegahan Massal (POPM) cacingan. Program ini digelar dua kali setahun, setiap Februari dan Agustus, berbarengan dengan pembagian vitamin A.
“Sasarannya anak usia 1 hingga 12 tahun. Untuk balita, obat cacing diberikan di posyandu. Sementara anak sekolah diberikan langsung di sekolah dengan metode ‘minum di tempat’ di hadapan petugas atau guru,” ujarnya.
Dian menyebut, cakupan pemberian obat cacing di Pandeglang tahun ini sudah mendekati 100 persen. Pada Februari 2025 lalu, tercatat sudah mencapai 98,59 persen.
“Artinya, respon masyarakat cukup baik. Sisanya biasanya karena anak tidak hadir di posyandu atau sekolah,” tuturnya.
Ia menekankan, obat cacing yang diberikan aman dan hanya perlu diminum sekali setiap enam bulan.
“Obatnya bentuk tablet hisap rasa jeruk, jadi anak-anak malah suka. Jangan khawatir soal efek samping,” jelasnya.
Selain minum obat cacing, lanjut Dian, orang tua diminta menjaga kebersihan anak agar tidak mudah terinfeksi.
“Biasakan cuci tangan sebelum makan, potong kuku secara rutin, dan gunakan alas kaki bila bermain atau beraktivitas di tanah,” pesannya.
Menurut Dian, pencegahan kecacingan ini juga menjadi bagian dari upaya menekan angka stunting di Pandeglang.
“Karena cacingan bisa menghambat penyerapan nutrisi dan berdampak pada tumbuh kembang anak,” pungkasnya.
Reporter: Moch Madani Prasetia
Editor: Agung S Pambudi











