CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Musyawarah Besar (Mubes) V Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Perguruan Pencak Silat Bandrong Banten Indonesia resmi digelar dengan penuh khidmat dan semangat persaudaraan, Jumat 29 Agustus 2025.
Agenda lima tahunan ini menjadi momentum penting bagi keluarga besar Bandrong untuk merumuskan arah organisasi, sekaligus menjaga warisan budaya pencak silat khas Banten agar tetap lestari dan berkembang.
Ketua Pelaksana, Ahmad Jueni Suhada atau yang akrab disapa Joni, menyampaikan terima kasih atas dukungan semua pihak dalam pelaksanaan Mubes.
Ia menekankan pentingnya forum tertinggi organisasi ini sebagai ruang penyatuan gagasan, memperkuat silaturahmi, dan meneguhkan komitmen Bandrong dalam melestarikan nilai luhur bangsa.
“Bandrong bukan sekadar bela diri, tetapi warisan budaya yang harus dijaga bersama. Melalui Mubes ini, kita ingin memastikan generasi mendatang tetap mengenal, mencintai, dan mengamalkan ajaran Bandrong,” ujar Joni.
Ketua Umum DPP Bandrong periode 2019–2024, Syafrudin, dalam kesempatan itu menyampaikan apresiasi atas dukungan pengurus dan anggota selama masa kepemimpinannya. Ia berharap Mubes V melahirkan pengurus baru yang lebih profesional.
“Semoga lahir pengurus yang bermutu, menjaga dan mengembangkan Bandrong dengan semangat tanpa kepentingan lain,” katanya.
Sementara itu, Ketua Majelis Tinggi Bandrong, KH Mansyur Muhyidin, menegaskan agar seluruh peserta Mubes menjunjung tinggi persatuan, adab, dan akhlak mulia dalam setiap proses pengambilan keputusan. Ia juga membacakan petuah leluhur yang sarat makna bagi warga Banten.
“Wong Banten kudu kasengsem ngagurat tapak leluhur Banten. Yen bodo kudu weroh, kapan pinter aje kebelinger. Aje sampe udan guru, banjir elmu, tapi seng salah dadi kaprah, seng bener ora lumrah. Rawe-rawe rantas, malang-malang putung, holopis kuntul baris,” ucapnya tegas.
Mubes V ini diharapkan menjadi tonggak baru DPP Bandrong dalam memperkuat peran budaya, memperluas jaringan, serta melahirkan kepemimpinan yang amanah.
Bandrong diharapkan tidak hanya terus eksis sebagai seni bela diri, tetapi juga sebagai benteng moral dan budaya masyarakat Banten.
Editor: Mastur Huda











