CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kota Cilegon berhasil meraih juara dua dalam penilaian pengawasan arsip eksternal Lembaga Kearsipan Daerah (LKD) kabupaten/kota se-Provinsi Banten tahun 2024.
Prestasi ini dinilai cukup membanggakan, meski terjadi penurunan peringkat dari tahun sebelumnya yang meraih juara pertama.
Kepala DPK Kota Cilegon, Ismatullah, saat diwawancarai Radar Banten pada Senin 1 September 2025, menjelaskan bahwa penilaian dilakukan setiap tahun oleh pemerintah provinsi maupun pusat.
Menurutnya, peringkat kedua yang diraih Kota Cilegon tahun ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya keterbatasan fasilitas dan anggaran.
“Kategori nya pengawasan arsip yang setiap tahun dinilai oleh provinsi atau pusat, kita sebetulnya ada penurunan prestasi yang sebelumnya juara satu jadi juara dua karena kabupaten/kota lainnya menang memperbaiki fasilitasnya,” ujar Ismatullah.
Ia mencontohkan, kondisi gedung arsip di Kota Cilegon saat ini perlu peningkatan. Selain itu, keterbatasan anggaran membuat pengawasan arsip tidak bisa dilakukan secara menyeluruh.
“Kita hanya mengawasi 20 sampai 30 OPD, idealnya tiap tahun seluruh OPD kita awasi. Tapi dengan anggaran terbatas, aktivitas harus diproporsionalkan,” jelasnya.
Meski demikian, Ismatullah menegaskan capaian juara dua ini sudah cukup optimal di tengah situasi dan kondisi yang ada.
Bahkan, pihaknya sudah menyiapkan langkah konkret untuk meningkatkan kualitas pengelolaan arsip ke depan.
Salah satunya, melalui pembangunan gedung arsip baru yang akan direalisasikan pada 2027 dengan anggaran dari Dinas Pekerjaan Umum (PU).
“Langkah konkret ke depan, kita sudah mendapatkan anggaran dari PU untuk membangun gedung arsip baru. Itu rencananya 2027, dan saat ini DED-nya sedang disusun. Tanpa perbaikan sarana dan prasarana, arsip seperti gadis cantik tanpa baju bagus, tidak akan menarik,” ungkapnya.
Ismatullah menambahkan, pembangunan gedung baru tersebut diharapkan berada dalam satu lokasi dengan perpustakaan agar pengelolaan arsip dan perpustakaan bisa lebih fokus.
Editor:Abdul Rozak











