CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Karang Taruna Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon, menyoroti minimnya serapan tenaga kerja lokal oleh PT Lotte Chemical Indonesia (LCI). Padahal, masyarakat sekitar telah dijanjikan mendapat porsi kerja dalam proses produksi pabrik petrokimia tersebut.
Ketua Karang Taruna Kelurahan Gerem, Muhammad Na’i, menyampaikan bahwa masyarakat kecewa karena hingga tahap sosialisasi commissioning dan persiapan start-up, komitmen tersebut belum terlihat jelas.
“Kemarin saya ikut dalam sosialisasi commissioning dan persiapan start-up PT LCI. Saya hadir bukan untuk hal teknis, tapi ingin menyuarakan persoalan tenaga kerja. Janji rekrutmen itu harus segera direalisasikan,” kata Na’i Sabtu 9 Mei 2025.
Na’i juga mempertanyakan transparansi PT LCI terhadap program peningkatan kapasitas bagi pemuda dan warga sekitar. Menurutnya, keterlibatan warga dalam proses produksi adalah hak, terutama bagi mereka yang terdampak langsung.
“Program peningkatan kapasitas juga belum jelas. Pemuda di Gerem harus diberi ruang untuk berkembang. Jangan hanya janji, tapi tidak ada realisasinya. Kami tidak ingin dibodohi terus. Pemuda sekarang juga mampu bersaing jika diberi kesempatan,” ujarnya.
Ia menambahkan, sejak awal pembahasan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), persoalan tenaga kerja lokal sudah disuarakan. Namun, hingga kini belum ada transparansi dari manajemen PT LCI.
“Kami menuntut agar perekrutan tenaga kerja dilakukan secara terbuka dan adil. Jangan ada permainan di balik layar. Ini demi keadilan dan kesejahteraan warga terdampak,” tegasnya.
Na’i juga menyoroti kejadian dini hari, Senin lalu, saat warga panik akibat getaran hebat yang mengguncang rumah mereka. Diduga getaran berasal dari aktivitas PT LCI.
“Seharusnya ada sosialisasi sebelum commissioning agar masyarakat tidak panik. Getaran itu membuat warga ketakutan. Kami akan melaporkan kejadian ini kepada instansi pemerintah agar tidak terulang,” tutupnya.
Editor: Abdul Rozak











