TANGERANG,RADARBANTEN.CO.ID-Aksi demonstrasi yang marak terjadi di sejumlah daerah di Indonesia sejak 27 Agustus hingga saat ini banyak melibatkan pelajar SMA/SMK dan menyisakan duka yang mendalam bagi salah satu SMK di Kabupaten Tangerang.
Dikabarkan bahwa salah satu pelajar bernama Andika Lutfi Falah, siswa SMK Negeri 14 Kabupaten Tangerang meninggal setelah sempat dirawat di RS. TNI AL Mintoharjo, Jakarta.
Dimana, keterlibatan pelajar dalam aksi demonstrasi di Jakarta dan daerah lainnya mengundang perhatian dari pemerintah.
Di Kabupaten Tangerang, Dinas Pendidikan mengeluarkan surat edaran nomor: B/400.3.5.5/4388/VIII/Disdik/2025 tentang Imbauan Pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang, Dadan Gandana menyampaikan dalam keterangannya bahwa memperhatikan kenyamanan dan keamanan atas situasi yang terjadi di tengah masyarakat, pihaknya mengimbau sekolah-sekolah yang berada dalam naungannya untuk melaksanakan PJJ dengan tetap memperhatikan jam pelajaran yang berlaku.
“Untuk siswa siswi PAUD hingga SMP di Kabupaten Tangerang melaksanakan KBM sesuai ketentuan dengan memperhatikan keamanan dan kenyamanan belajar dari tanggal 1 hingga 4 September 2025,” ujar Dadan Gandana dalam keterangan tertulisnya, Senin 1 September 2025.
Sementara, pada jenjang SMA dan SMK/SKh yakni dalam lingkup naungan Pemerintah Provinsi Banten melalui Kantor Cabang Dinas (KCD) juga mempertimbangkan pola pembelajaran yang menyesuaikan dengan kondisi di tengah masyarakat dengan maraknya aksi demonstrasi. Terlebih, pelajar SMA/SMK juga sering terlibat dalam aksi unjuk rasa di berbagai daerah.
Kepala Seksi SMK dan SKh pada Kantor Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Banten, H. Maksis Sakhabi mengatakan bahwa pelaksanaan pembelajaran di sekolah dilaksanakan berdasarkan pertimbangan sekolah masing-masing.
Pihaknya juga mengizinkan jika sekolah harus melakukan pembelajaran dengan jarak jauh.
“Jadi, atas pertimbangan dan analisa terhadap situasi dan kondisi di masyarakat, bagi sekolah yang melaksanakan PJJ agar memberitahukan ke kami (dinas pendidikan provinsi),”terangnya melalui pesan WhatsApp.
Dikonfirmasi soal meninggalnya pelajar SMKN 14 Kabupaten Tangerang, pihak KCD menyampaikan duka mendalam untuk keluarga almarhum seraya menyampaikan agar masyarakat tetap tenang dan turut mendoakan keadaan menjadi lebih baik.
“Iya bang, kami diberitahu dari pihak sekolah, dan bahkan dari kepolisian pun kami terus aktif koordinasi, kabar meninggalnya murid SMKN 14 juga disampaikan, kita semua turut berduka cita dan turut merasakannya,” pungkasnya.
Reporter: Mulyadi
Editor: Agung S Pambudi











