SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Ancaman tak kasat mata tengah menghantui kawasan Modern Cikande, Kabupaten Serang. Paparan radioaktif di kawasan industri tersebut terdeteksi menyebar hingga radius lima kilometer, dan diduga berasal dari aktivitas peleburan baja. Fakta ini disampaikan langsung oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Banten setelah hasil investigasi awal oleh Satgas Khusus.
Kepala DLHK Banten Wawan Gunawan mengatakan, tim gabungan dari Kementerian Lingkungan Hidup, Badan Pengawas Nuklir (Bapeten), Kementerian Kelautan dan Perikanan, hingga Mabes Polri sudah turun melakukan penyelidikan menyusul temuan radioaktif pada produk udang beku asal Banten.
“Penyebab radioaktif bukan dari alam, tapi kuat indikasinya dari bahan baku peleburan baja yang dikirim impor. Dan memang di kawasan itu ada beberapa pabrik peleburan baja,” kata Wawan, Senin 8 September 2025.
Berdasarkan rapat koordinasi bersama Kemenko Pangan dan pihak terkait, disebutkan bahwa ada satu perusahaan peleburan baja di kawasan tersebut yang terindikasi kuat menjadi sumber utama paparan radioaktif. Namun, hingga kini, nama perusahaan tersebut belum diungkap ke publik.
“Sementara ini, titik-titik yang jadi pusat radioaktif ini sudah dipasangi police line,” kata Wawan.
DLHK Banten mengaku tak bisa menyebut nama perusahaan karena seluruh proses investigasi ditangani langsung oleh pemerintah pusat. Sementara di tingkat daerah, DLHK hanya bisa mengimbau masyarakat untuk berhati-hati.
“Kita tidak bisa apa-apa, kasus ini semuanya ditangani oleh pusat, sementara soal izinnya itu dari Pemkab Serang,” pungkasnya.
Yang membuat situasi ini semakin pelik adalah pengakuan bahwa DLHK Banten tidak memiliki wewenang penuh dalam pengawasan maupun penindakan di kawasan industri Modern Cikande.
Meski sejumlah titik telah disegel dengan garis polisi, kekhawatiran warga belum terjawab sepenuhnya. Apalagi radius paparan disebut mencapai hingga 5 kilometer, yang artinya bisa menjangkau permukiman, sekolah, fasilitas umum, hingga instalasi pengolahan makanan.
Editor : Merwanda











