TANGERANG SELATAN, RADARBANTEN.CO.ID-Salah korban ledakan bernama Nur Hadi, menceritakan peristiwa ledakan yang menghancurkan rumahnya.
Saat ledakan terjadi di pagi hari, ial langsung menyelamatkan keluarganya, terutama sang istri yang tengah hamil dan anak mereka.
“Saya bangun, langsung peluk anak, lalu buru-buru keluar rumah. Istri saya juga saya bawa keluar, karena dia lagi hamil. Itu yang paling saya khawatirkan,” ungkapnya dengan suara bergetar, Jumat 12 September 2025.
Nur Hadi menceritakan, sekitar pukul 05.00 WIB, ia dan keluarga sedang tidur pulas. Tiba-tiba suara ledakan keras mengguncang rumahnya.
“Awalnya saya pikir petir, tapi setelah lihat kondisi rumah hancur begini, jelas bukan. Petir mana bisa bikin rumah roboh,” ujarnya.
Rumah Nur Hadi yang berada di ujung gang menjadi salah satu yang paling parah rusaknya. Atap hingga dinding runtuh, menyisakan puing-puing berserakan.
Beruntung, Nur Hadi, istrinya yang hamil, serta anaknya selamat meski mengalami luka ringan di kepala. Untuk sementara, anak mereka dititipkan di rumah ibunya demi keamanan.
“Saya lebih tenang anak sama ibu saya dulu. Istri juga masih lemah, saya harus jaga dia,” kata Nur Hadi.
Namun, nasib berbeda dialami beberapa tetangga. Menurutnya, ada warga lain yang terkena luka bakar akibat ledakan. “Rumah tetangga juga hancur, bahkan ada yang kena luka bakar cukup parah,” tuturnya.
Kini, Nur Hadi dan keluarganya harus bertahan tanpa rumah. Ia berharap pemerintah dan pihak terkait segera memberikan bantuan, baik tempat tinggal sementara maupun pemulihan kondisi rumah yang hancur.
“Yang penting keluarga saya selamat dulu. Soal rumah, semoga ada jalan untuk diperbaiki. Saya cuma ingin istri dan anak saya aman,” pungkasnya.
Reporter: Syaiful Adha
Editor: Aditya











