SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Banten, Desy Yusandi, menegaskan peran orang tua tetap menjadi faktor utama dalam mengawasi tumbuh kembang anak di tengah kesibukan bekerja.
Menurutnya, pendidikan karakter dan pembentukan kepribadian anak tidak bisa sepenuhnya diserahkan kepada sekolah.
Hal itu disampaikan Desy dalam sebuah podcast yang membahas peran perempuan, keluarga, dan pengabdian di dunia politik.
Menurut Desy, orang tua harus tetap hadir dalam kehidupan anak, meski memiliki aktivitas dan karier yang padat. Kehadiran tersebut tidak hanya dalam bentuk memenuhi kebutuhan materi, tetapi juga memberikan perhatian, pengawasan, serta kasih sayang.
“Sebagai orang tua, kita tetap harus memikirkan peran kita di rumah. Anak-anak membutuhkan perhatian langsung dari orang tuanya,” kata Desy
Politisi Golkar itu mengaku selalu berusaha meluangkan waktu untuk keluarga di sela-sela kesibukannya sebagai anggota DPRD Banten.
Ia bahkan memiliki kebiasaan berbelanja sendiri untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga agar tetap memahami kebutuhan suami dan anak-anaknya.
“Saya biasanya hari Sabtu belanja sendiri ke pasar. Bukan berarti tidak bisa diwakilkan, tetapi kita jadi tahu kebutuhan keluarga dan kualitasnya tentu berbeda ketika kita mengerjakan sendiri,” ujarnya.
Anak Butuh Pendampingan Orang Tua
Desy menilai tantangan terbesar keluarga saat ini adalah bagaimana orang tua mampu membagi waktu antara pekerjaan dan keluarga. Menurutnya, banyak ibu yang sebenarnya ingin bekerja untuk membantu ekonomi keluarga, tetapi terkendala pengasuhan anak.
Karena itu, ia mengingatkan agar orang tua tidak kehilangan momen penting dalam mendampingi tumbuh kembang anak.
“Anak-anak membutuhkan pendampingan. Orang tua harus hadir, bukan hanya memenuhi kebutuhan ekonomi, tetapi juga mengawasi perkembangan dan membangun karakter mereka,” katanya.
Ia juga menilai komunikasi dalam keluarga menjadi fondasi penting agar anak tumbuh dengan rasa aman dan percaya diri.
Pengawasan Dimulai dari Rumah
Desy menekankan pengawasan terhadap perkembangan anak harus dimulai dari lingkungan keluarga. Orang tua perlu mengetahui aktivitas, pergaulan, hingga kondisi psikologis anak agar mampu memberikan arahan sejak dini.
Menurutnya, perhatian sederhana seperti menyediakan waktu berbicara dengan anak, mengetahui kebiasaan mereka, hingga memahami kebutuhan sehari-hari dapat memberikan dampak besar terhadap pembentukan karakter.
“Kalau kita melakukan sendiri, kita tahu apa yang dibutuhkan keluarga. Kedekatan seperti itu penting agar anak merasa diperhatikan,” ujarnya.
Desy berharap para orang tua dapat terus menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan keluarga. Menurutnya, keberhasilan seorang anak tidak hanya ditentukan oleh pendidikan formal, tetapi juga oleh pendampingan dan pengawasan yang diberikan orang tua sejak dini.
Editor Daru











