PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Proyek pembangunan Jembatan Cirokoy menyebabkan kemacetan berjam-jam di ruas Jalan Pandeglang-Labuan, tepatnya di Desa Sukasari, Kecamatan Kaduhejo, Kabupaten Pandeglang.
Kemacetan tersebut dituding akibat pembangunan Jembatan Cikoroy yang dituding lambat oleh pelaksana proyek PT Bangun Cipta Azima Mandiri.
Biaya pembangunan jembatan Cirokoy sebesar Rp3.985.268.000 bersumber dari APBN. Dengan waktu pengerjaan selama 150 hari kalender dari akhir bulan Juli sampai November 2025.
Kontraktor pelaksana PT Bangun Cipta Azima Mandiri merupakan kontraktor yang sebelumnya membangun Tanjakan Bangangah di Jalan Mengger-Caringin.
Salah satu warga Pandeglang, Ahmad Saepudin mengatakan, proyek pengerjaan Jembatan Cirokoy ini bikin macet setiap hari.
“Apalagi pas akhir pekan dari sore hingga malam pasti macet berjam-jam. Saya aja, dari Simpang Mengger mau ke Pandeglang membutuhkan waktu satu jam setengah untuk bisa melewati Jembatan Cirokoy,” katanya kepada RADARBANTEN.CO.ID, Sabtu, 13 September 2025 malam.
Dia mengungkap, kemacetan membuat banyak pengendara stres. Terutama bagi mereka yang dikejar target setoran.
“Seperti sopir angkot, sopir bus, sopir truk dan ekspedisi. Karena waktu mereka terbuang percuma dan harus menambah bahan bakar,” katanya.
Jadi, proyek Jembatan Cirokoy ini menyebabkan banyak pihak terganggu. Namun sayang, tidak menjadi perhatian serius bagi kontraktor pelaksana.
“Pengerjaan jembatan ini dinilai lambat. Terus kurangnya SDM pengatur jalur lalu lintas,” katanya.
Semestinya, dibuatkan rekayasa lalu lintas atau memasang pagar pembatas jalan berupa barrier agar kendaraan dapat melaju lebih tertib. Karena, kemacetan ini terjadi akibat adanya kendaraan yang menyalip dan melawan arah.
“Seharusnya ini sudah bisa diantisipasi. Dikarenakan jembatan ini terletak di jalur penghubung jalan utama, sudah pasti volume kendaraan bertumpuk di sini,” katanya.
Senada disampaikan Ade, salah satu pengurus Bus Labuan-Kalideres. Dia mengatakan, pembangunan jembatan di Jalan Raya Labuan-Pandeglang tepatnya di Kaduhejo terkesan lambat. Untuk itu, dirinya berharap pelaksanan pengerjaan dipercepat agar tidak mengganggu masyarakat.
“Adanya pembangunan jembatan ini merugikan usaha jasa angkutan. Dikarenakan terjebak macet setiap hari dan parahnya di libur akhir pekan,” tukasnya.
Editor: Mastur Huda











