LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Wakil Ketua Panitia Khusus (Pansus) RPJMD Kabupaten Lebak, Muammar Adi Prasetya, menyatakan hilirisasi pertanian menjadi salah satu strategi utama untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Program ini tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029.
“Selain menciptakan swasembada pangan, hilirisasi pangan juga dimasukkan untuk menggenjot PAD di sektor pertanian Lebak,” kata Muammar kepada RADARBANTEN.CO.ID, Sabtu 14 September 2025.
Ia menjelaskan, salah satu bentuk hilirisasi pangan adalah peningkatan kualitas beras melalui Rice Milling Unit (RMU).
“Melalui penggunaan RMU, beras lokal dapat diolah menjadi beras premium. Efisiensi terjaga, kualitas meningkat, dan harga jual lebih tinggi,” jelasnya.
Selain beras, Muammar menyebut potensi besar juga ada pada komoditas kelapa. Produk turunan kelapa, seperti minyak kelapa, santan instan, hingga olahan lain berorientasi pasar, dinilai dapat memberi nilai tambah signifikan bagi daerah.
Menurutnya, hilirisasi pangan berpeluang memperluas lapangan kerja, meningkatkan daya saing, serta mendongkrak PAD secara signifikan.
“Jika hilirisasi pangan berjalan baik, hasilnya bukan hanya peningkatan PAD, tapi juga kesejahteraan masyarakat. Inilah arah pembangunan Lebak lima tahun ke depan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian (Distan) Lebak, Rahmat, menyatakan pihaknya mendukung penuh program hilirisasi pertanian yang sejalan dengan pemerintah pusat.
“Kami fokus pada sektor pertanian, khususnya padi. Program ini sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo untuk mendukung swasembada pangan,” katanya.
Rahmat menambahkan, hilirisasi sangat potensial karena kondisi wilayah Lebak yang mendukung.
“Kami juga sudah memberikan bantuan pompa air dan program lain untuk menuju swasembada pangan,” pungkasnya.
Editor: Aas Arbi











