LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak optimis Kabupaten Lebak menjadi lumbung padi nasional di Banten.
Untuk mewujudkannya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak, telah berkomitmen untuk terus memacu peningkatan produksi pangan di Lebak.
Sektor pertanian memiliki peran penting pembangunan di Lebak.
“Ya, produksi tanaman pangan, palawija dan berbagai komoditas hortikultura mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir,” kata Wakil Bupati Lebak Amir Hamzah, Jumat Januari 2026.
Sektor pertanian di Kabupaten Lebak, memiliki peranan yang sangat strategis dalam pembangunan. Hal ini ditunjukan dengan kontribusi yang besar bagi ketersediaan pangan khususnya beras di Wilayah Provinsi Banten.
“Untuk beras kita sudah swasembada, bahkan Lebak sudah bisa menyuplai kebutuhan beras Jakarta,” katanya.
Dia menambahkan, sejak Lebak ditetapkan sebagai daerah lumbung padi nasional, produksi Pajale (Padi, Jagung dan Kedelai) terus digenjot.
Keberhasilan Pemkab Lebak terus meningkatkan produksi Padi, Jagung dan Kedelai pada tahun ini mendapat apresiasi dari pemerintah pusat.
“Kebijakan pemkab dianggap telah mampu mewujudkan cita-cita nasional terkait swasembada dan kedaulatan pangan,” katanya.
Kepala Dinas Pertanian Lebak Rahmat Yuniar mengatakan, Pemkab Lebak terus berkomintem untuk meningkatkan capaian produksi beras, terbukti pada tahun lalu mengalami surplus.
“Pencapaian produksi pangan di Kabupaten Lebak, setiap tahun melebihi target yang ditentukan pemerintah diatas kisaran 5 persen. Bahkan, pencapaian produksi gabah bisa mencapai 6 ton hingga 6,5 ton GKP per hektare,” tukasnya.
Editor: Abdul Rozak











