PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Jalur kereta api (KA) Rangkasbitung–Pandeglang menyimpan jejak sejarah yang masih bisa dilihat hingga kini. Salah satunya adalah corong air yang berada di kawasan Stasiun Pandeglang, tepatnya di Kampung Kadomas, Kecamatan Pandeglang, Banten.
Corong air ini dulunya dipakai untuk mengisi ulang tangki lokomotif uap. Lokomotif jenis itu membutuhkan volume air besar untuk menghasilkan uap sebagai sumber tenaganya. Hingga kini, bangunan bersejarah tersebut masih berdiri dan menjadi saksi perkembangan transportasi kereta api di Banten.
Dari pantauan RADARBANTEN.CO.ID di lokasi, corong air peninggalan masa lokomotif uap masih berdiri di kawasan Stasiun Kadomas, Pandeglang, Banten. Bangunan bersejarah ini berbentuk corong besar dan tinggi menyerupai cerobong asap, dilengkapi lengan serta tuas untuk mengarahkan air ke lokomotif. Tiangnya bercorak hitam putih yang khas.
Saat ini, corong air tersebut dipagari agar tidak sembarangan dimasuki warga. Upaya itu dilakukan untuk menjaga kelestarian salah satu saksi sejarah transportasi kereta api di Banten.
Di bagian depannya, terdapat prasasti dengan tiga logo, yakni Balai Teknik Perkeretaapian Jakarta-Banten, PT Kereta Api Indonesia (KAI), dan Indonesian Railway Preservation Society. Prasasti itu menandai program perbaikan tampilan Corong Air Pandeglang yang dilakukan pada 30 Juli 2022.
Stasiun Pandeglang sendiri merupakan peninggalan Belanda. Stasiun ini beserta jalur Rangkasbitung–Pandeglang hingga ke Stasiun Labuan dibangun pada 1906 oleh perusahaan kereta api Hindia Belanda, Staatsspoorwegen (SS). Dulunya, stasiun ini menjadi salah satu tonggak transportasi di wilayah Banten. Kini, ada wacana jalur tersebut akan diaktifkan kembali.
Berdasarkan bincang-bincang dengan warga sekitar Stasiun Pandeglang mengenang fungsi corong air peninggalan Belanda yang masih berdiri kokoh di Kampung Kadomas. Dulu, lokasi ini menjadi tempat berhenti dan menurunkan penumpang, sekaligus pengisian air untuk lokomotif uap sebagai sumber tenaga kereta api zaman dahulu.
“Iya, ini corong air sebagai pengisian tenaga kereta api yang diisi ke lokomotif. Corong air masih tetap terjaga karena ada pemeliharaan dari pihak PT KAI,” kata Alam, warga setempat, Kamis 25 September 2025.
Alam berharap rencana reaktivasi jalur kereta yang sudah lama diwacanakan pemerintah bisa segera direalisasikan.
“Mudah-mudahan bisa diaktifkan lagi, karena dari dulu hanya sebatas rencana terus, belum ada kabar kelanjutannya,” ujarnya.
Editor: Mastur Huda











