PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Angka prevalensi stunting di Kabupaten Pandeglang terus menunjukkan tren penurunan dalam empat tahun terakhir. Capaian ini disebut hasil dari kerja sama lintas sektor, mulai dari pemerintah pusat, provinsi, daerah, BUMN, hingga pihak swasta dan lembaga sosial.
Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani mengatakan, berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), angka prevalensi stunting di Pandeglang pada 2021 tercatat sebesar 37,8 persen.
“Kemudian di tahun 2022 turun menjadi 29,4 persen, lalu di 2023 kembali turun menjadi 28,6 persen, dan tahun 2024 turun lagi menjadi 26,4 persen,” kata Dewi usai menyerahkan paket Makan Bergizi dari BAZNAS dan PT Alfindo di Desa Wirasinga, Kecamatan Mekarjaya, Rabu 8 Oktober 2025.
Menurut Dewi, penurunan angka stunting tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah daerah. Butuh keterlibatan semua pihak agar penanganan berjalan optimal.
“Capaian penurunan prevalensi stunting ini bukanlah akhir dari perjuangan. Masih banyak tantangan yang harus dihadapi, terutama di wilayah dengan angka Keluarga Risiko Stunting (KRS) yang masih tinggi,” ujarnya.
Salah satu bentuk dukungan datang dari BAZNAS dan PT Alfindo, yang menyalurkan bantuan paket nutrisi bagi 150 penerima manfaat di Desa Wirasinga dan Desa Rancabugel, Kecamatan Mekarjaya. “Semoga bantuan ini dapat bermanfaat dan meningkatkan gizi bagi penerima bantuan,” tutur Dewi.
Ia berharap kolaborasi lintas sektor seperti ini terus berlanjut agar Pandeglang bisa mencapai target penurunan stunting nasional dan mewujudkan generasi yang sehat serta produktif.
Reporter: Purnama Irawan











