KOTA TANGERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Masyarakat diimbau waspada terhadap modus penipuan baru berbasis “scam video call” yang marak di dunia digital. Pola ini memanfaatkan panggilan video untuk menjebak korban, lalu memeras dengan materi rekaman atau tangkapan layar.
Diskominfo Kota Tangerang menekankan pentingnya literasi dan kewaspadaan digital agar warga tidak menjadi korban. Modus penipuan video call (VC) ini kerap menyasar pengguna aplikasi pesan dan media sosial dengan taktik memancing korban menyalakan kamera.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tangerang, Mugiya Wardhany, menjelaskan bahwa pelaku biasanya menghubungi korban melalui panggilan video dan melakukan tindakan tidak senonoh saat panggilan berlangsung.
“Scam video call umumnya dimulai dengan pelaku yang menghubungi korban melalui panggilan video, kemudian melakukan tindakan tidak senonoh saat panggilan berlangsung,” ujar Mugiya, melalui siaran pers yang diterima Minggu, 12 Oktober 2025.
Ia menuturkan, jika korban menunjukkan wajahnya dalam panggilan tersebut, pelaku akan mengambil tangkapan layar (screenshot) untuk dijadikan alat pemerasan.
“Karena itu, penting bagi masyarakat untuk mengenali modusnya agar tidak menjadi korban,” tegasnya.
Diskominfo Kota Tangerang juga membagikan beberapa langkah pencegahan agar masyarakat terhindar dari penipuan jenis ini:
• Jangan Terima Video Call dari Nomor Tidak Dikenal
Hanya terima panggilan dari kontak yang sudah dikenal. Jika ada panggilan mencurigakan dari nomor asing, sebaiknya diabaikan.
• Nonaktifkan Kamera Jika Terlanjur Menerima Panggilan
Jika tidak sengaja mengangkat video call dari nomor mencurigakan, segera matikan kamera agar wajah Anda tidak direkam atau diambil gambarnya.
• Blokir Nomor yang Mengganggu
Bila merasa terganggu oleh panggilan mencurigakan, segera blokir nomor tersebut agar pelaku tidak bisa menghubungi kembali.
Mugiya menegaskan, peningkatan kesadaran digital sangat penting di tengah pesatnya perkembangan teknologi komunikasi.
“Bijaklah dalam menggunakan media digital. Jangan mudah percaya, jangan panik, dan selalu waspada terhadap nomor tidak dikenal,” pesannya.
Reporter: Syaiful Adha











