LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Pemangkasan dana transfer ke daerah (TKD) dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026 diklaim tak mempengaruhi program prioritas Hasbi-Amir.
Pemangkasan tersebut dilakukan untuk mendorong efisiensi pengeluaran dan meningkatkan kemandirian fiskal daerah.
Sebagai dampaknya, TKD Kabupaten Lebak diproyeksikan akan mengalami pengurangan Rp118 miliar pada 2026. Kendati demikian, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak memastikan bahwa pemangkasan tersebut tidak akan mengganggu pelaksanaan program prioritas daerah, terutama program Rukun Unggul Hegar Aman Yakin (RUHAY) yang menjadi visi-misi utama Bupati Lebak, Hasbi Jayabaya.
Program RUHAY yang menjadi arah pembangunan daerah dinyatakan tetap akan berjalan sesuai rencana meskipun anggaran dari pusat menyusut. Pemerintah daerah memastikan efisiensi dilakukan pada pos-pos anggaran non-prioritas, agar pelayanan publik yang bersentuhan langsung dengan masyarakat tetap terjaga.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lebak Budi Santoso mengakui pemangkasan TKD dari pusat pasti memberikan dampak terhadap keuangan daerah. Namun demikian, ia menegaskan, program inti bupati tetap menjadi prioritas dan tidak akan terganggu.
“Ya, pasti berpengaruh. Apalagi untuk daerah-daerah yang kemandirian fiskalnya masih di bawah 5%. Lebak itu kemandirian fiskal sekitar 19,8% pasti terpengaruh,” ujarnya kepada Radar Banten, Jumat 17 Oktober 2025.
Budi menjelaskan, program prioritas tahun depan tetap akan dijalankan secara optimal. Fokus utamanya berada pada tiga sektor utama, yakni pelayanan pangan, pembangunan infrastruktur, dan penghapusan kemiskinan ekstrem.
“Tapi program inti Pak Bupati untuk mewujudkan visi-misi RUHAY tahun depan itu tiga, pelayanan pangan, infrastruktur, penghapusan kemiskinan ekstrem. Ini tetap anggaran prioritas. Itu saja, jadi enggak diganggu-gugat,” tegasnya.
Ia menambahkan, efisiensi anggaran akan dilakukan pada kegiatan-kegiatan yang dinilai tidak berdampak langsung terhadap masyarakat. “Kalau yang enggak penting-penting, rapat-rapat, operasional bakal dikurangi. Sementara ini yang bersentuhan langsung dengan masyarakat Insyaallah aman. Yang pembangunan fisik dan sebagainya itu masih aman,” tambah Budi.
Sementara itu, Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Lebak, Halson Nainggolan, menyebut, Kabupaten Lebak masih sangat bergantung pada transfer dana dari pusat. “Kabupaten Lebak termasuk wilayah dengan kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang belum signifikan, sehingga ketergantungan pada transfer pusat sangat tinggi,” ungkap Halson.
Dengan berkurangnya DAU, Halson mengatakan, pihaknya akan melakukan penyesuaian terhadap alokasi anggaran daerah. “Tentu akan banyak program yang diefisiensikan,” tuturnya.
Editor: Mastur Huda











