LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Sebanyak 30.115 jiwa atau 5.698 kepala keluarga (KK) di Kabupaten Lebak masuk kategori miskin ekstrem. Atas dasar itu, Wakil Bupati Amir Hamzah mengajak kepada semua organisasi perangkat daerah (OPD) keroyokan untuk mengentaskan warga miskin tersebut.
“Di Lebak ini, masih ada 5.698 KK yang miskin ekstrem. Mereka menjadi fokus pemerintah daerah dalam beberapa tahun ke depan,” kata Amir Hamzah kepada wartawan, Jumat 17 Oktober 2025.
Menurut Amir, pengentasan warga miskin ekstrem tidak bisa dilakukan secara parsial. Untuk itu, dia menekankan kepada semua OPD untuk gotong-royong menekan angka kemiskinan di 28 kecamatan. Sehingga, di periode kepemimpinan Bupati M. Hasbi Asyidiki Jayabaya dan Wakil Bupati Amir Hamzah, kemiskinan ekstrem dapat dihapuskan.
“Target kami tentu saja dalam satu atau dua tahun ke depan, warga yang miskin ekstrem terentaskan,” jelasnya.
Atas dasar itu, program OPD ke depan harus diarahkan untuk pengentasan masalah tersebut. Misalnya, Dinas Pendidikan (Dindik) harus fokus dalam pendidikan anak-anak yang masuk kategori miskin. Hal itu sejalan dengan program Presiden Prabowo Subianto yang meluncurkan sekolah rakyat di semua kabupaten kota di Indonesia.
“Dengan tingkat pendidikan yang baik, maka anak-anak dari keluarga tidak mampu bisa mengenyam pendidikan hingga jenjang yang lebih tinggi. Sehingga, mereka memiliki kesempatan untuk bersaing di dunia kerja. Jika bisa masuk perusahaan, maka mereka akan memiliki penghasilan yang memadai,” ungkapnya.
Mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Lebak ini juga meminta kepada Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) memprioritaskan anak-anak dari keluarga tidak mampu untuk disalurkan ke perusahaan. Misalnya, pada kegiatan job fair, mereka mesti jadi prioritas pertama. Tujuannya agar anak-anak tersebut dapat meningkatkan perekonomian keluarganya.
“OPD lain juga harus ikut berpartisipasi dalam penanganan dan pengentasan warga miskin di Lebak. Jika ini berjalan, maka saya optimistis pengentasan warga miskin dapat berjalan dengan baik dan ke depan Lebak zero warga miskin ekstrem,” harapnya.
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Lebak M Agil Zulfikar menyatakan, warga yang masuk kategori miskin ekstrem di Lebak masih cukup tinggi. Untuk itu, Dia meminta kepada Hasbi-Amir untuk fokus dalam mengentaskan kemiskinan di Bumi Multatuli.
“Saya akan mendukung pengalokasian anggaran untuk penanganan dan pengentasan kemiskinan di Lebak. Tapi, eksekutif harus serius dan sungguh-sungguh, sehingga masalah ini dapat cepat dientaskan,” harapnya.
Politisi Partai Gerindra ini mengungkap, kehadiran KRL Commuter Line dan Jalan Tol Serang-Panimbang diharapkan dapat menggenjot perekonomian masyarakat di daerah. Karena, dengan adanya jalur kereta dan jalan tol, konektifitas wilayah sudah cukup baik. Kondisi tersebut harus dimaksimalkan pemerintah daerah untuk menarik investasi dari luar.
“Kita punya potensi sumber daya alam (SDA) dan pariwisata yang unggul. Potensi-potensi tersebut harus dioptimalkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.
Editor: Mastur Huda












