KOTA TANGSEL, RADARBANTEN.CO.ID – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) terus menunjukkan perkembangan positif.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Tangsel mencatat percepatan signifikan dalam pembangunan dan operasional dapur penyedia layanan makan bergizi bagi siswa.
Kepala Dindikbud Kota Tangsel, Deden Deni, mengungkapkan bahwa hingga awal Oktober 2025 telah beroperasi 41 dapur MBG di seluruh wilayah Tangsel.
Jumlah tersebut melonjak pesat dibanding bulan sebelumnya yang baru mencapai 15 dapur.
“Per awal bulan kemarin sudah kurang lebih 41 dapur. Ada percepatan dalam satu bulan terakhir, dari September ke Oktober,” ujar Deden, Jumat 24 Oktober 2025.
Menurut Deden, dengan jumlah tersebut, layanan makan bergizi kini menjangkau sekitar 220 sekolah dan 84 ribu siswa di Tangsel. Angka ini setara dengan 30 persen dari total 300 ribu siswa yang menjadi target sasaran.
Deden menyatakan optimismenya bahwa cakupan program akan terus bertambah hingga akhir tahun. Evaluasi dan koordinasi rutin terus dilakukan bersama Satuan Pelaksana Program Gizi (SPPG) dan koordinator wilayah di tingkat provinsi.
“Setiap bulan ada evaluasi untuk melihat pelayanan makan siang, kondisi dapur di lapangan, hingga penambahan SPPG,” jelasnya.
Selain itu, koordinasi dilakukan bersama Kementerian Sekretariat Negara setelah terbentuknya Satgas MBG. Kepala sekolah dan SPPG turut dilibatkan untuk memastikan program berjalan sesuai kebutuhan sekolah.
“Kami undang kepala sekolah dan SPPG untuk duduk bersama membahas pelaksanaan MBG sekaligus menyerap masukan dari sekolah,” jelas Deden.
Pemkot Tangsel menargetkan hingga Desember 2025 nanti akan terbangun 129 dapur MBG. Dapur tersebut tidak hanya untuk siswa sekolah negeri dan swasta, namun juga melayani santri pesantren serta kelompok ibu hamil dan menyusui.
Menurut Deden, satu dapur MBG memiliki kapasitas layanan antara 3.000 hingga 4.000 penerima manfaat. Dengan kapasitas maksimal, 129 dapur dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan seluruh sasaran program. “Kalau target 129 dapur tercapai, semua sudah bisa terlayani,” katanya.
Kawasan Serpong dan Pondok Aren sendiri diketahui menjadi wilayah dengan penyedia dapur terbanyak karena tingginya konsentrasi sekolah.
Di Serpong, terdapat satu lokasi yang menampung tiga dapur sekaligus seperti di Ciater 1, 2, dan 3. Meski cakupan baru mencapai 30 persen, Dindikbud menegaskan bahwa progres percepatan ini menjadi modal kuat untuk merealisasikan target cakupan menyeluruh pada 2026.
“Harapannya tahun 2026 semua siswa sudah bisa menikmati makan bergizi. Kalau target 129 dapur terpenuhi, layanan bisa menyeluruh,” tandasnya.
Editor: Abdul Rozak











