KABUPATEN TANGERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Bupati Tangerang, Maesyal Rasyid menyebut bahwa Pemkab Tangerang menyambut baik program pemerintah pusat seperti Waste to energy. Dimana Waste to energy akan dimulai pembangunannya pada 2026 mendatang di TPA Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang.
Hal tersebut sesuai dengan Peraturan Presiden nomor 109 tahun 2025. Diketahui, Waste to energy (WtE) adalah teknologi yang mengubah sampah menjadi energi bermanfaat seperti listrik, panas, atau bahan bakar.
Dimana, metode yang umum digunakan adalah insinerasi (pembakaran sampah untuk menghasilkan panas dan uap yang memutar turbin generator listrik). Dan teknologi ini bisa membantu mengurangi volume sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dan mendukung pembangunan berkelanjutan melalui sumber energi terbarukan.
“Kami selaku pemerintah daerah siap dalam menyambut program pemerintah pusat terkait bakal dibangunnya Waste to energy di TPA Jatiwaringin ini,” ucap Maesyal saat di TPA Jatiwaringin, Jumat 24 Oktober 2025.
Namun kata Maesyal, untuk dua bulan kedepan pihaknya akan berusaha mempersiapkan lima komponen dalam yang menjadi syarat pembangunan Waste to energy.
Yang pertama adalah lahan kata Maesyal, di mana pak Menteri LH saat ini datang ke TPA Jatiwaringin juga sekalian melihat kesiapan lahan untuk proyek Waste to energy yang akan dikelola oleh Danantara.
Yang kedua kata Maesyal adalah ketersediaan air bersih. Dan pada hari ini pihak direksi PDAM Tirta Kerta Raharja juga sengaja di ajak ke TPA Jatiwaringin ini, supaya isolasi utamanya bisa masuk ke lahan TPA ini.
“Yang ketiga adalah sarana angkutan yang memadai. Dan insyaallah tahun 2026 armada angkutan sampah akan kita tambah lagi,” ungkap Maesyal.
Selain itu tambah Maesyal, yang keempat adalah sarana akses jalan menuju lokasi titik TPA Jatiwaringin ini.
Dimana tadi kata Pak Menteri akses masuk jalan menuju ke sini supaya bisa diperlebar lagi. ” Dan yang kelima adalah volume sampah,”katanya.
Untuk itu kata Maesyal, lima komponen di atas tadi harus sudah siap hingga waktu akhir tahun 2025 ini untuk pembangunan Waste to energy.
“Dan berdasarkan informasi dari pak Menteri, pembangunan Waste to energy memakan waktu 18 bulan hingga 24 bulan yang dimulai dari tahun 2026,” pungkas Maesyal.
Editor: Abdul Rozak











