PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pelayanan kesehatan hewan di Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Kabupaten Pandeglang masih jauh dari target. Hingga awal Mei 2025, capaian retribusi PAD baru mencapai sekira 30 persen dari target tahunan sebesar Rp50 juta.
Kepala Puskeswan Pandeglang, Ade Setiawan mengatakan, sumber PAD berasal dari berbagai layanan kesehatan hewan, mulai dari pengobatan, tindakan operasi, sterilisasi, vaksinasi, hingga pelayanan lainnya.
“Target PAD kita tahun 2025 ini Rp50 juta. Sementara realisasinya baru sekitar Rp16.083.500 atau 30 persen dari Januari sampai April,” kata Ade Setiawan, Selasa 6 Mei 2025.
Ia menjelaskan, rata-rata tindakan medis seperti operasi hewan hanya berkisar 2 hingga 5 ekor per hari.
“Walaupun baru 30 persen, kami optimis target PAD Rp50 juta bisa tercapai. Karena kami punya target bulanan dari dinas dan sejauh ini selalu tercapai,” jelasnya.
Ade mengakui, rendahnya capaian PAD sejauh ini disebabkan oleh minimnya kesadaran masyarakat terhadap keberadaan Puskeswan di Pandeglang.
“Harapan kami masyarakat Pandeglang bisa lebih memanfaatkan layanan di Puskeswan. Karena selama ini mereka belum sadar kalau ada fasilitas ini,” tuturnya.
Ia menambahkan, masih banyak warga yang belum peduli ketika hewan peliharaannya sakit, dan tidak membawanya ke Puskeswan untuk diperiksa.
“Makanya kita sekarang gencarkan promosi lewat media sosial seperti Instagram, supaya masyarakat tahu keberadaan dan layanan yang kami sediakan,” pungkasnya.
Editor: Bayu Mulyana











