CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Kecamatan Citangkil bergerak cepat menindaklanjuti viralnya video Tenaga Kerja Wanita atau TKW asal Cilegon, Ade Diah, yang meminta dipulangkan dari Arab Saudi setelah tiga tahun delapan bulan bekerja tanpa digaji.
Camat Citangkil Ikhlasin Nufus bersama Lurah Citangkil Ali Wahdi mendatangi rumah orang tua Ade Diah di Tegal Cabe, Citangkil, pada Kamis, 30 Oktober 2025.
Langkah itu dilakukan untuk memastikan kebenaran informasi yang beredar di media sosial sekaligus membangun komunikasi dengan instansi terkait agar proses pemulangan TKW asal Cilegon Ade Diah dapat segera dilakukan.
Camat Citangkil Ikhlasin Nufus menyatakan bahwa pihaknya langsung berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Pemerintah Kota Cilegon dan kepolisian.
“Kami bersilaturahmi ke rumah orangtua TKW asal Cilegon Ade Diah. Apabila secara legal ada aturan dari Kementerian Luar Negeri, tentu akan aman dalam bekerja di luar negeri,” ujar Ikhlasin dalam keterangan tertulis yang diterima Radar Banten pada Jum’at 31 Oktober 2025.
“Sebagai tenaga kerja Indonesia di Arab Saudi, ini menjadi perhatian kami di Pemerintah Kecamatan Citangkil. Kami juga sudah mendapat arahan dari Pak Wali agar segera mencari tahu sumber informasi dan keberadaan yang bersangkutan,” tambahnya.
Hasil Pertemuan dengan Orangtua TKW asal Cilegon
Ikhlasin mengungkapkan, hasil pertemuan dengan keluarga memastikan bahwa Ade Diah, yang menjadi TKW asal Cilegon memang masih berada di luar negeri dan belum dipulangkan.
“Kami berbincang dengan orang tua, betul bahwa Ade Diah saat ini ada di luar negeri dan belum pulang. Orang tuanya berharap agar bisa segera dipulangkan dan berkumpul kembali,” ujarnya.
Sementara itu, Aliyah, ibu dari Ade Diah, berharap besar agar anaknya segera kembali ke rumah.
“Mudah-mudahan anak ibu cepat dipulangkan, biar bisa kumpul lagi sama keluarga. Pak Wali Kota juga sudah minta dibantu, soalnya sudah tiga tahun delapan bulan majikannya enggak mau pulangin,” ujar Aliyah di rumahnya di Tegal Cabe, depan rumah Haji Usman.
Aliyah menuturkan, Ade Diah sebelumnya berangkat ke Arab Saudi melalui perantara warga Karangantu, Kabupaten Serang. Ia menduga keberangkatan anaknya tidak melalui prosedur resmi.
“Kayaknya ilegal, yang bawanya orang Karangantu. Teman-temannya dari Cirebon dan Serang sudah pada pulang, tinggal anak saya yang belum,” katanya.
Editor Daru Pamungkas












