JAKARTA,RADARBANTEN.CO.ID – Koro Roasters bersama Pratter, produsen mesin roasting terkemuka di Indonesia, memperkenalkan Rostoc, software roasting berbasis kecerdasan buatan (AI).
Software ini menghubungkan sistem AI dengan mesin kopi roaster Pratter berkapasitas 5 kilogram. Manfaatnya, pengguna dapat mengatur proses pemanggangan kopi secara presisi dan efisien.
Melalui inovasi tersebut, Koro Roasters dan Pratter mempercepat transformasi digital industri kopi Indonesia. Kemudian menunjukkan kemampuan pelaku lokal untuk berkolaborasi di tingkat global.
“Ini adalah karya anak bangsa yang kami bangun untuk Indonesia dan dunia,” ujar Alain Scialoja, Founder Koro Roasters, dalam siaran pers, Jumat (31/10).
Ia menjelaskan, engineering unggul dari Pratter berpadu dengan seni meracik kopi dan disiplin data untuk menghasilkan cita rasa khas kopi Indonesia.
Kolaborasi kedua brand ini menegaskan bahwa Indonesia juga unggul di teknologi, metode, dan inovasi karya lokal yang kompetitif di pasar global.
Koro Roasters mengembangkan Rostoc untuk membantu pelaku industri mengatur proses roasting secara otomatis dan menjaga konsistensi rasa. Kemudian mengelola inventori bahan baku, serta menyediakan analitik untuk meningkatkan efisiensi produksi.
Dalam waktu dekat, Pratter akan menjadi mitra pertama yang mengintegrasikan Rostoc ke lini mesin roasting-nya bersama Koro Roasters dan sejumlah mitra terpilih.
Langkah ini menegaskan komitmen Koro Roasters dalam menghadirkan solusi digital yang terjangkau, terhubung, dan mudah digunakan oleh pelaku kopi lokal.
“Di JCW, kami fokus pada kualitas dan rasa kopi,” tambah Alain.
“Semakin mudah pelaku industri mengelola data dan software, semakin kuat kendali mutu dan konsistensi rasa. Dengan begitu, kopi Indonesia semakin siap bersaing di pasar regional dan global,” lanjutnya.
Melalui kolaborasi ini, Koro Roasters dan Pratter menampilkan kemampuan teknologi buatan anak bangsa dalam memperkuat daya saing industri kopi Indonesia di kancah internasional.
Reporter: Aas Arbi











