CILEGON,RADARBANTEN.CO.ID – PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (IDX: KRAS) terus memperkuat bisnis dan keuangan perusahaan melalui langkah restrukturisasi serta efisiensi di berbagai lini operasional.
Upaya ini menjadi bagian dari transformasi jangka panjang untuk membangun perusahaan yang lebih tangguh dan kompetitif di tengah tantangan industri baja global.
Krakatau Steel kini fokus meningkatkan efisiensi di seluruh rantai pasok, mulai dari hulu hingga hilir.
Perusahaan memusatkan sumber daya pada bisnis yang memiliki potensi pertumbuhan besar dan tingkat keuntungan tinggi.
Selain itu, Krakatau Steel juga mengoptimalkan penggunaan energi dan bahan baku agar proses produksi lebih hemat dan produktif.
Dalam bidang keuangan, Krakatau Steel melakukan restrukturisasi utang dengan menegosiasikan kembali sejumlah fasilitas kredit bersama para kreditur.
Langkah ini bertujuan meringankan pelunasan, memperpanjang masa jatuh tempo, dan menekan beban bunga.
Perusahaan juga memperbaiki pengelolaan modal kerja dan arus kas agar kegiatan operasional tetap stabil dan berkelanjutan.
Direktur Utama Krakatau Steel Akbar Djohan menegaskan, restrukturisasi menjadi pondasi penting bagi masa depan perusahaan.
“Langkah-langkah yang kami ambil saat ini adalah fondasi penting untuk membawa Krakatau Steel ke era baru yang lebih kuat dan berkelanjutan,” ujar Akbar dalam siaran pers, Jumat (31/10/2025).
Akbar yang juga menjabat sebagai Chairman IISIA dan ALFI/ILFA menjelaskan bahwa Krakatau Steel tidak hanya fokus menyelesaikan tantangan jangka pendek, tetapi juga membangun sistem perusahaan yang efisien, tangguh, dan terpercaya.
Ia menambahkan, transformasi juga mencakup efisiensi di tingkat internal, seperti pembatasan rapat di luar kantor dan penghematan biaya perjalanan dinas. Restrukturisasi organisasi agar kinerja karyawan lebih efektif dan disiplin.
Langkah efisiensi ini sejalan dengan kebijakan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) melalui edaran Nomor S-063/DI-BP/VII/2025.
“Kebijakan itu menghapus tantiem dan insentif berbasis kinerja bagi dewan komisaris BUMN serta anak perusahaannya,” ungkapnya.
Ekspor ke Asia dan Eropa
Sejak memulai transformasi pada 2019, Krakatau Steel mencatat peningkatan efisiensi, produktivitas, dan kinerja ekspor.
Perusahaan berinvestasi dalam perawatan fasilitas produksi dan penerapan teknologi baru untuk menjaga kualitas sekaligus menekan biaya operasional.
Hasilnya, pasar internasional semakin mengenal Krakatau Steel dengan melakukan ekspor ke Asia, Australia, Eropa, Timur Tengah, hingga Amerika Serikat.
Pada September lalu, Krakatau Steel mencatat rekor ekspor Cold Rolled Coil (CRC) sebanyak 54.247 ton ke Spanyol, menunjukkan peningkatan kepercayaan pasar global terhadap kualitas baja nasional.
Reporter: Aas Arbi











