JAKARTA, RADARBANTEN.CO.ID– Grup musik anak-anak Glitter kembali menghadirkan karya terbaru berjudul “Jangan Lupain Kita”.
Single ini dirilis di bawah naungan Trinity Optima Production dan menyuguhkan tema persahabatan, perpisahan, dan kenangan masa kecil yang penuh emosi.
“Jangan Lupain Kita” menjadi karya yang menyentuh hati. Lagu ini menggambarkan kehangatan perpisahan dengan nuansa lembut dan penuh harapan.
Liriknya sederhana, namun sarat makna tentang arti kebersamaan dan kenangan masa kecil yang tak terlupakan.
Glitter dikenal sebagai grup musik anak-anak Indonesia yang ceria dan inspiratif. Grup ini beranggotakan Callista Aurelia (12), Luna Allegra (12), Kanaya Miami Lowery (10), dan Maria Kimberly (10).
Melalui lagu-lagunya, Glitter berkomitmen untuk menyebarkan pesan positif dan menginspirasi anak-anak agar berani bermimpi.
Tahun ini, Glitter masuk dalam nominasi Anugerah Musik Indonesia (AMI) 2025 untuk kategori Karya Produksi Grup Vokal Terbaik lewat lagu “Berkilau” dari EP We Are Glitter.
Pencapaian ini menegaskan posisi Glitter sebagai grup musik anak paling bersinar di Indonesia.
Selain itu, pencapaian tersebut menunjukkan bahwa musik anak-anak masih memiliki ruang luas di industri hiburan tanah air.
Proses Kreatif dan Makna di Balik Lagu
Proses kreatif lagu “Jangan Lupain Kita” berawal dari ide untuk menggambarkan perpisahan yang hangat dan penuh makna.
Dwi Santoso, Head of A&R Trinity Optima Production, menjelaskan bahwa lagu ini sengaja diberikan kepada Glitter karena karakter mereka sangat sesuai dengan tema persahabatan.
“Karena temanya tentang persahabatan anak-anak, Glitter bisa menghidupkan emosi lagu ini dengan natural,” ujar Dwi Santoso dalam siaran pers, Sabtu (8/11/2025).
Patrick Effendy sebagai komposer menambahkan, “Kami ingin pendengar bisa tersenyum sekaligus meneteskan air mata. Perpisahan bukan akhir, tapi bagian dari proses pendewasaan.”
Sementara itu, setiap personil Glitter memiliki pandangan berbeda tentang arti perpisahan.
Callista menganggap perpisahan tidak selalu menyedihkan karena masih bisa berkomunikasi lewat chat.
Luna mengaku sulit menerima perpisahan, tetapi berusaha mengikhlaskan.
Kimy menilai perpisahan tidak harus sedih, karena masih bisa bertemu di kesempatan lain.
Sedangkan Mia merasa kehilangan rutinitas bersama, namun percaya hubungan mereka tetap terjaga.
Melalui kejujuran dan kepolosan anak-anak ini, Glitter menyampaikan pesan bahwa perpisahan bukan akhir kebersamaan, melainkan awal dari kenangan baru.
Editor: Aas Arbi











