CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Cilegon bersama instansi terkait bergerak cepat merespons bencana banjir dan robohnya tembok pembatas di Lingkungan Rokal RT/RW 03/10, Kelurahan Jombang Wetan, Sabtu 8 November 2024 pagi.
Hujan deras yang mengguyur sejak dini hari menyebabkan luapan air di sekitar permukiman warga.
Kondisi diperparah dengan saluran drainase yang tersumbat sehingga air tidak mengalir lancar. Akibat tekanan air yang meningkat, tembok pembatas di area permukiman roboh dan menimpa sebagian badan jalan.
Meski tidak ada korban jiwa, kejadian itu mengakibatkan satu rumah warga tergenang dan satu unit mobil rusak tertimpa reruntuhan. Selain itu, akses jalan warga sempat tertutup material tembok.
Sekretaris PMI Kota Cilegon, Ujang Samsul, mengatakan, setelah menerima laporan warga, pihaknya langsung menurunkan tim asesmen dari Posko Markas PMI untuk mendata kondisi terdampak sekaligus membantu warga membersihkan puing-puing.
“PMI selalu siap bergerak membantu masyarakat terdampak bencana. Selain asesmen dan pembersihan, kami juga berkoordinasi dengan pihak kelurahan serta instansi terkait untuk memantau kondisi warga dan kesiapan penanganan lanjutan,” ujarnya.
Penanganan di lokasi dilakukan bersama warga, aparat Kelurahan Jombang Wetan, BPBD Kota Cilegon, serta unsur terkait lainnya guna mempercepat pemulihan akses jalan warga.
Sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, PMI Kota Cilegon telah menyiagakan Posko Siaga 24 Jam untuk menerima laporan masyarakat, memantau kondisi cuaca, dan menyiapkan relawan tanggap darurat.
PMI juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi banjir, tanah longsor, dan genangan air selama musim hujan. Warga diminta memastikan saluran air di lingkungan tetap bersih dan berfungsi baik.
“Kami mengingatkan warga untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan dan melapor ke posko terdekat jika terjadi keadaan darurat,” tambah Ujang.
Kehadiran PMI di lapangan menjadi bagian dari komitmen kemanusiaan dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana di wilayah Kota Cilegon.
Editor Daru Pamungkas











