LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Kabupaten Lebak masih menghadapi persoalan serius terkait kekurangan tenaga kesehatan, terutama dokter umum. Dengan jumlah penduduk mencapai 1.449.203 jiwa, wilayah ini hanya memiliki sekitar 110 dokter yang bertugas di 43 puskesmas. Kondisi ini membuat layanan kesehatan belum merata, terutama di daerah terpencil.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menaruh perhatian terhadap situasi ini dan menyiapkan program penugasan khusus dokter untuk daerah-daerah yang mengalami kekurangan tenaga medis.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Lebak, Endang Komarudin, membenarkan bahwa rasio dokter terhadap jumlah penduduk di Lebak masih jauh dari ideal.
“Jawaban dari Pak Wamenkes, akan disiapkan tenaga penugasan khusus dari Kemenkes atau nanti dibuka juga penugasan oleh provinsi,” ujar Endang kepada RADARBANTEN.CO.ID, Sabtu 15 November 2025.
Tantangan Wilayah Luas dan Pelayanan Terpencil
Endang menjelaskan, luasnya wilayah Lebak serta banyaknya desa terpencil menjadi tantangan tersendiri dalam pemerataan tenaga medis.
“Rencananya, jika memungkinkan, juga akan dibuatkan rumah bagi tenaga medis dan nakes supaya mereka betah tinggal di daerah penugasan,” jelasnya.
Sebagian besar dokter saat ini masih terkonsentrasi di wilayah perkotaan, sementara di pelosok pedesaan jumlahnya sangat terbatas.
Kemenkes Siapkan Skema Penugasan Khusus
Program penugasan khusus dari Kemenkes diharapkan menjadi solusi untuk memperkuat layanan dasar di puskesmas, terutama di wilayah selatan dan perbatasan Kabupaten Lebak yang selama ini minim tenaga dokter.
Endang menyambut positif rencana tersebut dan menilai langkah ini akan berdampak signifikan terhadap peningkatan kualitas layanan kesehatan di daerah.
“Kami sangat menyambut baik rencana Kemenkes. Ini bisa membantu puskesmas yang saat ini masih kekurangan dokter dan tenaga medis,” pungkasnya.











