KOTA TANGSEL, RADARBANTEN.CO.ID-Kepergian MH (13), siswa SMPN 19 Kota Tangsel, meninggalkan duka yang begitu mendalam bagi keluarga, para guru, teman-teman sekelas, dan masyarakat. Termasuk Pemkot Tangsel.
Pemkot Tangsel langsung menyampaikan belasungkawa yang tulus atas musibah ini.
Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie, melalui Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Tangsel, Deden Deni menekankan bahwa kehilangan seorang anak adalah duka yang tidak pernah mudah diterima. Terlebih ketika peristiwa tersebut menyisakan banyak tanya dan luka di hati keluarga.
“Kami sangat berduka atas wafatnya anak kami, MH. Ini bukan hanya kehilangan bagi keluarga, tetapi juga bagi seluruh masyarakat Tangerang Selatan. Kami ingin memastikan bahwa setiap anak di kota ini merasa aman dan terlindungi,” ujar Deden menyampaikan pernyataan duka dari Benyamin, Senin 17 November 2025.
Deden mengatakan, tragedi ini menjadi pengingat penting bahwa dunia pendidikan bukan hanya tentang prestasi, tetapi juga tentang keamanan, empati, dan perhatian pada kondisi emosional setiap siswa.
Karena itu, Wali Kota menginstruksikan penguatan sistem pencegahan perundungan di seluruh sekolah, agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi.
Melalui Dindikbud, Pemkot Tangsel akan melakukan pendampingan kepada sekolah, memperkuat komunikasi antara guru, orang tua, dan siswa, serta memastikan setiap anak memiliki ruang untuk bercerita tanpa rasa takut.
Pendekatan yang lebih humanis ditekankan, termasuk peningkatan kepekaan guru terhadap perubahan perilaku siswa dan dinamika sosial di lingkungan sekolah.
“Kami ingin membangun suasana belajar yang lebih hangat, lebih peduli, dan lebih peka. Setiap anak berhak mendapat lingkungan yang menerima dan melindungi mereka,” lanjut Deden.
Di tengah duka ini, Deden mengajak masyarakat untuk menjaga perasaan keluarga almarhum dan menghindari penyebaran informasi yang belum jelas. Empati dan ketenangan sangat dibutuhkan agar keluarga dapat menjalani masa berduka dengan lebih tenang.
“Pemkot Tangsel menegaskan komitmennya untuk memperkuat upaya pencegahan perundungan melalui langkah-langkah yang lebih menyentuh, lebih dekat dengan kebutuhan siswa, dan lebih memanusiakan dunia pendidikan,” tandasnya.
Reporter: Syaiful Adha
Editor: Agung S Pambudi











