SERANG, RADARBANTEN.CO.ID — Meskipun gagal meraih gelar juara Kumamoto Japan Masters 2025, tunggal putri Indonesia Gregoria Mariska Tunjung mengaku puas dengan penampilannya di Negeri Sakura. Jorji—sapaan akrab Gregoria—dikandaskan Ratchanok Intanon (Thailand) dua gim langsung 16-21, 20-22 pada final turnamen BWF Super 500 yang berlangsung di Kumamoto Prefectural Gymnasium, Jepang, Minggu 16 November 2025.
“Tetap mengucap syukur bisa kembali ke podium walaupun ini bukan hasil yang terbaik yang bisa saya raih. Banyak hal positif yang bisa diambil dari Kumamoto Masters tahun ini dan saya juga cukup senang dengan performa di final. Kredit untuk Intanon karena bermain sangat bagus, dia layak mendapat gelar ini,” kata peraih Medali Perunggu Olimpiade Paris 2024 ini seperti dikutip dari rilis PBSI, Minggu 16 November 2025.
Kumamoto Japan Masters 2025 seolah menjadi negeri kedua bagi Jorji. Sebab, ini merupakan final ketiga berturut-turut yang ia capai. Sejak 2023, Jorji selalu tampil di partai puncak. Bahkan pada edisi 2023, istri dari penyanyi Mikael Angelo ini meraih juara setelah mengalahkan peraih medali emas Olimpiade Tokyo 2020, Chen Yu Fei. Sementara pada edisi 2024, ia takluk di final dari wakil tuan rumah, Akane Yamaguchi.
“Turnamen Kumamoto bisa dibilang membawa keberuntungan, tidak menyangka bisa sejauh ini karena beberapa bulan lalu yang sangat berat. Evaluasi dari sini pastinya secara kondisi fisik dan endurance perlu kembali ditingkatkan,” ujarnya.
Selepas Japan Masters 2025, Jorji selanjutnya akan berkompetisi di Australia Open 2025 yang berlangsung pada 18–23 November 2025.











