LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Nama Jesus Casas García kembali mencuat sebagai salah satu kandidat kuat pelatih Timnas Indonesia. Mantan pelatih Timnas Irak itu kini bersaing ketat dengan pelatih Uzbekistan, Timur Kapadze, dalam bursa pelatih yang tengah dipertimbangkan PSSI.
Casas lahir di Madrid, Spanyol, pada 23 Oktober 1973. Saat masih aktif bermain, ia memperkuat sejumlah klub seperti Cadiz B, Jerez Industrial, Chiclana, hingga Puerto Real. Setelah gantung sepatu, Casas langsung menekuni dunia kepelatihan.
Awal karier kepelatihannya banyak dihabiskan di klub-klub divisi kecil Spanyol. Ia pernah membesut tim muda Cadiz, menjadi asisten pelatih Cadiz B, serta menukangi beberapa klub lokal seperti Rota dan Conil.
Casas kemudian memperluas perannya sebagai analis pertandingan dan pemandu bakat, termasuk di FC Barcelona B, sebelum akhirnya dipercaya sebagai analis tim utama Barcelona.
Kariernya meningkat pesat ketika masuk staf pelatih Timnas Spanyol pada era Luis Enrique dan Robert Moreno. Casas berada di struktur kepelatihan La Roja pada 2018 hingga awal 2022, periode yang memberinya pengalaman besar dalam strategi level elit dan manajemen tim nasional.
Pada November 2022, Casas resmi ditunjuk sebagai pelatih kepala Timnas Irak. Ia mengukir prestasi penting dengan membawa Irak menjuarai Piala Teluk Arab 2023, sebuah pencapaian yang menempatkan namanya dalam radar banyak federasi sepak bola.
Namun, perjalanannya bersama Irak berakhir pada Maret–April 2025 setelah serangkaian hasil kurang memuaskan di Kualifikasi Piala Dunia. Meski demikian, rekam jejaknya tetap diperhitungkan, terutama karena pendekatan taktis modern yang ia terapkan.
Casas dikenal sebagai pelatih dengan filosofi seimbang antara agresivitas menyerang dan kedisiplinan bertahan. Ia juga dinilai mampu membangun struktur tim secara bertahap dari nol, sebuah kualitas yang dibutuhkan untuk proyek jangka panjang.
Selain Indonesia, beberapa federasi lain di Asia disebut berminat pada jasanya. Federasi Sepak Bola Singapura, misalnya, dikabarkan sangat tertarik menjadikannya pelatih jangka panjang.
Jika akhirnya dipilih oleh PSSI, Jesus Casas dinilai bisa menjadi sosok yang menyatukan visi permainan modern dengan tuntutan publik sepak bola Indonesia. Dengan pengalaman Eropa dan pencapaian internasional, Casas berpotensi menjadi jawaban atas kebutuhan Garuda untuk kembali bersaing di level Asia.











