TANGERANG SELATAN, RADARBANTEN.CO.ID – Pemkot Tangsel terus mendorong penguatan budaya literasi hingga ke tingkat keluarga. Gerakan membaca tidak lagi hanya bertumpu pada sekolah, tetapi juga rumah tangga.
Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan, menyampaikan hal itu saat menghadiri Festival Literasi di Kantor Dispusip Tangsel, Rabu 19 November 2025. Ia menegaskan rumah tangga memegang peran besar dalam membentuk kebiasaan membaca.
“Budaya membaca tidak bisa dibangun hanya di sekolah. Orang tua adalah pihak yang paling sering bertemu anak,” ujar Pilar.
Ia menyebut anak akan meniru kebiasaan membaca bila orang tuanya juga gemar membaca. Pilar menilai peran bunda literasi dapat hadir sampai tingkat keluarga.
Ia mengenang masa kecilnya yang penuh dengan buku bacaan. Ia menyebut orang tuanya selalu menyediakan buku bergambar dan buku pengetahuan.
“Sejak PAUD, saya disiapkan banyak buku. Saat SMP dan SMA saya membaca History of God dan The Alchemist,” ujarnya.
Menurutnya, pengalaman itu membentuk kecintaannya pada literasi. Pilar menilai kebiasaan membaca lahir dari rumah sebelum diperkuat sekolah.
Ia mendorong kolaborasi Dispusip dan Dinas Pendidikan. Tujuannya untuk menyusun program bersama yang dapat menghidupkan kembali minat baca pelajar.
“Bangun lagi budaya membaca di rumah. Bebaskan anak memilih buku apa saja. Yang penting mereka cinta membaca,” katanya.
Pilar berharap budaya literasi tumbuh merata di sekolah dan keluarga. Ia menyebut gerakan literasi penting untuk membentuk pelajar berpikir kritis.
Festival Literasi tahun ini dinilainya menjadi momentum memperluas akses bacaan. Pilar menegaskan literasi kuat membantu pelajar memahami dunia.
Editor: Aas Arbi











