SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – PT Shenhua Guohua Pembangkitan Jawa Bali (SGPJB) mendapatkan penghargaan CSR kategori lingkungan pada ajang Radar Banten CSR Awards pada malam penganugerahan di Ballroom Graha Pena Radar Banten, Kota Serang, Selasa 25 November 2025.
Penghargaan ini diberikan kepada PT SGPJB selalu owner dari PLTU Jawa 7 karena sudah mengembangkan hutan mangrove di kawasan perusahaan seluas 19 hektare. Pemberian penghargaan itu sudah melalui uji penilaian, mulai dari presentasi tatap muka hingga penilaian langsung ke lokasi yang dilakukan oleh tim juri.
Tim juri Radar Banten CSR Awards terdiri dari Pemprov Banten, akademisi, hingga praktisi. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Gubernur Banten Andra Soni, Ketua DPRD Banten Fahmi Hakim, serta sejumlah kepala daerah di Banten.
Gubernur Banten Andra Soni mengapresiasi perusahaan yang sudah menyalurkan CSR nya kepada masyarakat. Menurutnya, CSR bukan hanya menyalurkan bantuan kepada masyarakat, akan tetapi juga memberikan dampak yang baik kepada lingkungan sekitar.
Ia mencontohkan pengembangan hutan mangrove yang dilakukan oleh PT SGPJB. Andra menilai upaya itu merupakan salah satu program CSR yang baik, yang bukan hanya memberikan manfaat secara singkat.
“Tentu kita harapkan CSR ini bukan hanya agenda jangka pendek, akan tetapi harus memberikan kebermanfaatan dalam jangka panjang, seperti pengembangan hutan mangrove untuk keseimbangan lingkungan,” ujarnya.
Direktur General Affairs PT SGPJB, Tumpal Sirait menyambut baik penghargaan tersebut. Ia menegaskan perusahaannya selalu konsen dalam menyalurkan program CSR. “Kami menyebutkan tanggung jawab sosial lingkungan atau TJSL,” katanya.
Ia mengatakan, ada berbagai program yang dijalankan oleh PT SGPJB. Antara lain di bidang lingkungan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, infrastruktur, pendidikan, hingga program sosial untuk masyarakat, khususnya masyarakat di sekitar perusahaan.
Pada bidang lingkungan, pihaknya sudah melakukan penghijauan di kawasan perusahaan, salah satunya dengan mengembangkan hutan mangrove. “Hutan mangrove kita kembangkan dari yang awalnya kurang dari lima hektare, sekarang sudah 19 hektare, dan kita rawat itu,” katanya.
Kemudian, untuk di luar perusahaan, pihaknya juga melakukan program desa binaan. Program tersebut salah satunya berupa penanganan sampah, baik dari sisi pembinaan masyarakat maupun bantuan infrastrukturnya. Mengingat sampah menjadi persoalan mendasar yang belum terselesaikan di Kabupaten Serang.
“Kami sudah bertemu dengan ibu bupati, dan dari semua program yang kami lakukan, sudah inline dengan program strategis Pemkab Serang, artinya program kita sejalan dengan agenda pembangunan daerah,” ujarnya.
Editor: Abdul Rozak











