SERANG,RADARBANTEN.CO.ID- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang menyiapkan anggaran sebesar Rp49,5 miliar untuk anggaran penanganan sampah di tahun 2026. Termasuk untuk support anggaran program Pengelolaan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).
Kepala Bidang Bidang Perencanaan Pengendalian Evaluasi Pembangunan Daerah (P2EPD) pada Baperida Kabupaten Serang, Agus Firdaus mengatakan, adanya perubahan titik untuk program PSEL karena adanya algomerasi membuat strategi untuk penanganan persoalan sampah jangka panjang di Kabupaten Serang mengalami perubahan.
Salah satu yang diupayakan ialah Pemkab Serang akan berupaya untuk menyiapkan Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) untuk pengelolaan sampah jangka panjang di Kabupaten Serang.
“Tentu kami menyikapi hal tersebut ada beberapa yang kita persiapkan pertama Kita tetap mencoba untuk memiliki tempat pengolahan akhir sampah kendatipun kita sudah ditetapkan sebagai bagian daripada PSSL Seragon,” katanya, Selasa 2 Desember 2025.
Ia mengatakan, meskipun Kabupaten Serang tidak menjadi lokasi untuk PSEL, pihaknya di tahun 2026 akan tetap menganggarkan anggaran untuk pembelian alat angkut untuk mensukseskan PSEL.
“Kemudian yang selanjutnya juga kita sudah menambahkan jumlah anggaran tipping fee itu karena kalau tonasenya meningkat kemudian PSL-nya belum jadi kan kita masih harus bayar tipping fee. Nanti tipping fee juga sudah kita adjustment disesuaikan untuk mencukupi kebutuhan yang intinya menjawab permasalahan darurat sampah hari ini,” ujarnya.
Ia mengatakan, untuk menyelesaikan persoalan-persoalan tersebut, pihaknya mengaku telah menyiapkan anggaran sebesar Rp49,5 miliar untuk tatat kelola persampahan di tahun 2026. “Rp7,5 miliar nya untuk mendukung program PSEL,” ujarnya.
Ia mengatakan, apabila program PSEL jadi dilaksanakan di Kabupaten Serang, anggaran yang dibutuhkan untuk suksesi program tersebut sangat besar yakni mencapai Rp40 miliar yang harus disediakan di tahun ini.
“Dengan TKD yang dipangkas Rp420 miliar, ini yang luar biasa. Tapi memang hasil penilaian kementerian ada perpindahan untuk titik PSEL, jadi ini bukan bukan karena kita tidak siap. Kita sudah mempersiapkan segala sesuatunya, tapi hasil penilaian Cilowong yang lebih pas,” ujarnya.
Ia mengatakan, untuk support program PSEL, Pemkab Serang harus menyediakan alat angkut sampah. Di tahun ini, dengan anggaran Rp7,5 miliar, Pemkab Serang akan mengalokasikan untuk pembelian empat unit kendaraan angkut dan untuk tipping fee.
“Karena kita kan butuh 20 lagi tapi kan ini bertahap sampai 2028. Karena kondisi kekuatan fiskal dan dinamikanya, kita penuhi empat dulu,” ujarnya.
Pihaknya pun mengaku dalam waktu dekat akan menyiapkan TPA sendiri untuk menyelesaikan persoalan sampah di Kabupaten Serang.
“Kita juga harus memiliki TPA sendiri. Tahun ini insyaallah semoga kajian yang sudah selesai di DPUPR, kemudian nanti kita perlu izin juga ke kementerian LH. Kita juga akan belajar juga ke Jawa Barat,” pungkasnya.
Reporter: Ahmad Rizal Ramdhani
Editor: Agung S Pambudi











