CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional.
Kota Baja meraih Penghargaan Perbaikan Akses dan Layanan Kesehatan Tingkat Kota dengan Fiskal Sedang pada ajang Apresiasi Pemerintah Daerah 2025 yang digelar Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bekerja sama dengan Tempo.
Penghargaan tersebut diterima langsung Wakil Wali Kota Cilegon, Fajar Hadi Prabowo, di Ballroom Hotel Borobudur Jakarta, Senin 1 Desember 2025.
Acara yang turut dihadiri Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian itu menegaskan komitmen pemerintah pusat memperkuat kinerja daerah.
Tito mengaku senang dapat kembali memberikan apresiasi kepada kepala daerah yang dinilai berhasil meningkatkan pelayanan publik.
“Ini bagian dari upaya kami membentuk iklim yang kompetitif antar daerah,” ujarnya.
Tito menekankan penghargaan tersebut diharapkan menjadi pemicu bagi daerah lain untuk terus memenuhi ekspektasi masyarakat.
“Rasionalnya, kepala daerah yang dipilih oleh rakyat memiliki legitimasi kuat untuk menghasilkan pemerintahan yang mampu memenuhi harapan rakyat,” katanya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Cilegon Fajar Hadi Prabowo menyampaikan rasa bangga atas capaian yang diraih Kota Cilegon. Ia menegaskan penghargaan tersebut dipersembahkan untuk seluruh tenaga kesehatan.
“Hari ini kami hanya mengambilkan saja penghargaan ini, karena ini akan kami berikan kepada seluruh tenaga kesehatan di Kota Cilegon yang telah menjadi garda terdepan dalam pelayanan kesehatan, juga untuk Dinas Kesehatan,” ungkapnya.
Fajar menambahkan penghargaan ini menjadi energi baru untuk memacu peningkatan layanan kesehatan di masa mendatang.
“Tentunya penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.
Adapun penghargaan yang diterima Kota Cilegon didasarkan pada capaian penting, di antaranya peningkatan akses layanan kesehatan sebesar 92,82%, pelayanan cek kesehatan gratis mencapai 97,63%.
Seluruh puskesmas memiliki otonomi pengelolaan keuangan di atas rata-rata 95,04%, serta penerapan layanan primer terintegrasi berbasis kluster yang telah mencapai 100 persen.
Editor: Agus Priwandono











