LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Pembangunan kawasan Agrowisata Cikapek di Desa Lebak Parahiyang, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, telah mencapai 95 persen.
Proyek yang berdiri di atas lahan seluas 52 hektare ini diproyeksikan menjadi salah satu agrowisata terbesar di Provinsi Banten dan diharapkan mampu menarik wisatawan lokal maupun mancanegara.
Agrowisata Cikapek akan dilengkapi berbagai fasilitas, seperti glamping, penginapan, camping ground, green house, miniatur Baduy, area perkebunan, rest area, trekking, jogging track, trek sepeda, hingga masjid. Pembangunan dimulai pada 2024 dengan anggaran Rp3,8 miliar, dan pada 2025 Pemkab Lebak kembali mengucurkan Rp8,2 miliar untuk pembangunan tahap kedua.
Kawasan ini menjadi salah satu program prioritas Pemerintah Kabupaten Lebak dalam pengembangan sektor pariwisata. Infrastruktur utama telah terbentuk dan berbagai sarana pendukung kini memasuki tahap penyelesaian akhir.
Kepala Bidang Destinasi Dinas Pariwisata Kabupaten Lebak, Usep Suparno, mengatakan progres pembangunan hampir rampung dan tinggal tahap perapihan.
“Cikapek sudah 95 persen. Sudah hampir rampung semua, saat ini tinggal finishing saja,” kata Usep kepada Radar Banten, Jumat (5/12).
Ia menjelaskan, pembangunan tahap pertama telah menuntaskan fasilitas vital bagi wisatawan. “Parkir, gedung kuliner, jalan inspeksi, toilet, gerbang, TPT, saluran drainase,” jelasnya.
Pembangunan dilakukan bertahap sejak 2024 dan ditargetkan selesai pada akhir Desember 2025. Dengan progres yang terus dikebut, pihaknya optimistis agrowisata ini dapat segera diresmikan.
“Target awal tahun 2026 Agrowisata Cikapek bakal diresmikan oleh Pemerintah Kabupaten Lebak. Perkiraan Januari atau Februari,” ujarnya.
Selain menawarkan pesona alam, Agrowisata Cikapek digadang-gadang menjadi sentra edukasi pertanian dan perkebunan berbasis masyarakat. Kawasan ini juga diharapkan mendorong peningkatan ekonomi warga desa sekitar.
Indah Nurhidayati, agen travel di Lebak, menyambut baik pembangunan agrowisata tersebut. Menurutnya, Cikapek memiliki potensi strategis membuka lapangan kerja dan menghidupkan sektor pariwisata selatan Banten.
“Kalau dikelola dengan baik, ini akan menjadi destinasi yang banyak diminati wisatawan,” ucapnya.
Ia meyakini luasnya area dan konsep wisata terpadu akan menjadi daya tarik bagi wisata keluarga maupun rombongan. “Wisatawan sekarang banyak mencari pengalaman outdoor dan edukasi. Cikapek punya itu semua,” tambahnya.
Indah berharap fasilitas penunjang dan promosi dapat dimaksimalkan. “Semoga Pemkab Lebak mendorong promosi besar-besaran supaya ketika dibuka, pengunjung bisa langsung berdatangan,” tutupnya.
Editor: Mastur Huda











