PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Menyambut libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026, RSUD Berkah Pandeglang menyiapkan berbagai langkah kesiapsiagaan untuk mengantisipasi lonjakan pasien.
Kesiapan ini dilakukan mulai dari pelayanan IGD, ketersediaan obat-obatan, hingga pola koordinasi rujukan antar rumah sakit.
Direktur RSUD Berkah Pandeglang, Firmansyah mengatakan, setiap libur panjang, rumah sakit sudah memiliki SOP khusus yang dijalankan oleh seluruh tenaga medis.
“Persiapan Nataru ini sudah agenda rutin tahunan. Jadwal dan SOP pelayanan sudah kami susun dan akan dilaksanakan ketika masa siaga berjalan,” kata Firmansyah, Minggu 7 Desember 2025.
Meski tidak ada penambahan tenaga kesehatan khusus, namun seluruh dokter dan perawat telah dijadwalkan bertugas secara bergilir.
“Di IGD ada tiga perawat dan dua dokter setiap shift. Mereka bergiliran karena semua punya keluarga yang juga ingin menghabiskan liburan,” ungkapnya.
Firmansyah menegaskan, RSUD Berkah tetap siap menambah personel apabila terjadi kondisi darurat di luar perkiraan, seperti kecelakaan massal.
Seluruh peralatan emergensi ditempatkan di IGD. Meski begitu, untuk kasus tertentu seperti patah tulang berat, pasien tetap akan dirujuk karena tidak adanya dokter spesialis ortopedi di RSUD Berkah.
“Kebutuhan alat dan obat sudah kami siapkan. Nggak mungkin membuka pelayanan tanpa kesiapan itu,” tegasnya.
Mengacu pada pengalaman tahun-tahun sebelumnya, kasus kecelakaan lalu lintas disebut paling tinggi saat libur Nataru.
“Hampir rata-rata didominasi kecelakaan. Berbeda dengan libur sekolah yang biasanya banyak diare,” katanya.
Untuk layanan rujukan, RSUD Berkah telah bekerja sama dengan berbagai rumah sakit, termasuk RSUD Banten dan beberapa RS swasta lainnya.
“Kami sudah biasa koordinasi dengan rumah sakit lain. Jika kasusnya lebih berat, tinggal dirujuk sesuai kebutuhan,” jelas Firmansyah.
Ambulans pun dipastikan siaga penuh selama 24 jam untuk penanganan darurat.
RSUD Berkah juga menyiapkan skenario cadangan jika terjadi lonjakan pasien yang melebihi kapasitas.
Ia mengingatkan masyarakat untuk tetap mengutamakan keselamatan selama bepergian di masa libur panjang.
“Yang penting hati-hati saat perjalanan. Biasanya banyak yang ke luar kota saat Nataru. Jaga kesehatan dan keselamatan,” tutupnya.
Editor: Abdul Rozak











