PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden Prabowo Subianto terus diperluas di Kabupaten Pandeglang, termasuk ke wilayah 3T (tertinggal, terpencil, terluar). DPRD Banten memastikan pengawasan ketat agar pelaksanaan program berjalan aman, tepat sasaran, dan tanpa insiden — sesuai target zero accident.
Anggota Komisi V DPRD Banten dari Fraksi Gerindra, Rifki Hermiansyah, mengatakan pihaknya telah menjalin koordinasi intensif dengan berbagai instansi terkait untuk memperkuat aspek keamanan pangan dan distribusi MBG.
“Kami sudah berkoordinasi dengan BGN, Dinas Kesehatan Banten, dan Dinas Pendidikan Banten. Pengawasannya akan kami anggarkan secara khusus agar jangan sampai ada kasus keracunan atau kendala operasional lainnya,” ujar Rifki usai menghadiri launching SPPG Insan Mandiri di Kecamatan Jiput, Minggu 7 Desember 2025.
Fokus Utama: Zero Accident
Rifki menegaskan bahwa potensi kejadian luar biasa (KLB) akibat penyajian makanan tidak boleh terjadi dalam program yang menyasar peningkatan gizi masyarakat tersebut.
“Zero accident. Tidak boleh ada insiden. Kami terus mewanti-wanti kepada yayasan maupun dapur-dapur MBG untuk menjaga kualitas makanan,” tegasnya.
Minta Pemerataan hingga Wilayah Terpencil
Selain keamanan pangan, Rifki menyoroti distribusi yang dianggap belum merata. Ia meminta wilayah 3T di Pandeglang turut mendapatkan prioritas, terutama sekolah-sekolah yang kondisi geografisnya menyulitkan akses.
“Saya pernah ke SD Negeri Sorongan II yang viral karena lokasinya jauh dan harus menyusuri hutan. Tapi sekolah itu belum dapat MBG. Mudah-mudahan ke depan program ini masuk ke sana,” ujarnya.
Tak Hanya Siswa, Kelompok Rentan Juga Harus Tercover
Menurut Rifki, penerima MBG idealnya bukan hanya siswa sekolah, tetapi juga ibu hamil, pekerja non-formal, nelayan, hingga pemulung, sesuai arahan pemerintah pusat.
“Semua harus mendapatkan akses. MBG adalah program Pak Prabowo yang juga menyasar pekerja non-formal,” tambahnya.
Antusiasme Warga Tinggi
Rifki mengungkapkan, tingginya antusiasme masyarakat terlihat dari banyaknya aspirasi yang masuk saat ia turun ke lapangan.
“Banyak yang menanyakan, ‘Pak, kapan MBG ada di sini?’. Karena itu kami terus berkomunikasi dengan Ibu Bupati untuk memaksimalkan perluasan program ke BGN,” katanya.
Ia berharap perluasan MBG di Banten dapat dipercepat agar manfaatnya dirasakan seluruh lapisan masyarakat, khususnya warga Pandeglang yang masih menghadapi persoalan stunting dan gizi buruk.***
Editor : Krisna Widi Aria











