PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO – BPBDPK Pandeglang mengingatkan wisatawan untuk mewaspadai cuaca ekstrem selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Hujan lebat berpotensi turun secara tiba-tiba.
Kepala Bidang Perencanaan dan Kesiapan Strategi Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBDPK) Pandeglang, Acep Firmansyah, menyebut potensi bencana meningkat saat musim peralihan.
Peningkatan curah hujan berisiko memicu banjir, longsor, dan angin kencang. Oleh karena itu, BPBDPK memperketat pengawasan di sejumlah wilayah rawan.
“Wilayah selatan seperti Sumur, Carita, dan Tanjung Lesung menjadi fokus pengawasan,” kata Acep, Senin, 8 Desember 2025.
Selain itu, BPBDPK menyiapkan empat pos siaga bencana. Pos berada di Labuan, Carita, Tanjung Lesung, dan Sumur.
Setiap pos dijaga 3–4 personel selama 24 jam. Petugas siaga hingga pergantian tahun.
Sebanyak 30–40 personel gabungan dikerahkan. Petugas juga menginap di pos untuk mempercepat penanganan darurat.
Acep menyebut tiga wilayah langganan banjir saat musim hujan, yakni Patia, Sukaresmi, dan Sobang.
Sementara itu, wilayah rawan longsor berada di Mandalawangi dan Koroncong.
“Jika laporan bencana meningkat signifikan, status bisa kami naikkan menjadi tanggap darurat,” jelasnya.
Untuk mendukung respons cepat, BPBDPK menyiapkan perahu karet, alat selam, dan kendaraan operasional baru dari BNPB.
BPBDPK juga menyiapkan logistik darurat untuk kebutuhan evakuasi awal.
Selanjutnya, BPBDPK menyebarkan informasi cuaca melalui situs resmi dan grup WhatsApp hingga tingkat kecamatan dan desa.
“Kalau cuaca buruk, sebaiknya wisatawan kembali pulang,” imbaunya.
Acep meminta masyarakat tidak memaksakan diri saat kondisi alam tidak bersahabat. Ia menegaskan keselamatan tetap menjadi prioritas.
“Silakan liburan, tetapi kalau tidak memungkinkan, lebih baik pulang. Keselamatan nomor satu,” tegasnya.
BPBDPK juga memastikan terus memantau informasi cuaca dari BMKG. Petugas akan meneruskan setiap pembaruan resmi kepada masyarakat.
Editor: Aas Arbi











