SERANG, RADARBANTEN.CO.ID — Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Banten mengultimatum para pengelola destinasi wisata agar tidak menaikkan tarif secara sepihak selama masa libur Lebaran 2026. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kenyamanan dan keamanan wisatawan yang berkunjung ke berbagai destinasi wisata di Banten.
Kepala Dinas Pariwisata Banten, Eli Susianti, mengatakan larangan tersebut sejalan dengan surat edaran dari Gubernur Banten Andra Soni yang menginstruksikan agar pengelola wisata menjaga pelayanan serta tidak melakukan praktik yang merugikan wisatawan.
“Kami sudah menekankan, ada anjuran dari Pak Gubernur agar tidak menaikkan tarif masuk maupun tarif makanan,” ujar Eli, Minggu, 15 Maret 2026.
Menurutnya, kebijakan tersebut penting untuk menjaga citra pariwisata Banten, khususnya di kawasan wisata pantai yang menjadi tujuan utama wisatawan saat libur panjang, seperti Anyer, Carita, hingga Tanjung Lesung.
Eli menegaskan, pihaknya tidak akan segan mengambil tindakan jika ditemukan pengelola wisata atau pedagang yang menaikkan harga secara tidak wajar.
“Kami minta pengelola wisata dan pelaku usaha tetap menjaga tarif normal. Jangan sampai ada praktik getok harga yang justru membuat wisatawan merasa dirugikan,” tegasnya.
Sebagai langkah pengawasan, Dispar Banten akan melakukan pemantauan langsung ke sejumlah destinasi wisata selama masa libur Lebaran. Pengawasan dilakukan bersama aparat terkait serta pemerintah kabupaten dan kota.
Selain itu, Dispar juga mengimbau wisatawan agar melaporkan jika menemukan praktik pungutan liar (pungli) atau kenaikan harga yang tidak wajar di lokasi wisata.
“Kalau ada yang menemukan pungli atau harga yang tidak sesuai, silakan dilaporkan. Kami akan langsung tindak lanjuti,” katanya.
Di sisi lain, pemerintah daerah memprediksi jumlah kunjungan wisatawan ke Banten akan meningkat signifikan selama libur Lebaran tahun ini. Kawasan wisata pantai di Kabupaten Serang dan Pandeglang diperkirakan masih menjadi destinasi favorit wisatawan dari wilayah Jabodetabek.
Karena itu, selain menjaga tarif tetap wajar, pengelola wisata juga diminta meningkatkan kualitas pelayanan, termasuk kebersihan lingkungan, fasilitas umum, hingga keamanan pengunjung.
“Kami berharap wisatawan bisa menikmati liburan dengan nyaman di Banten. Jangan sampai ada keluhan soal tarif atau pelayanan,” ujar Eli.
Dengan pengawasan dan imbauan tersebut, Dispar Banten berharap sektor pariwisata daerah tetap memberikan pengalaman positif bagi wisatawan sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap destinasi wisata di Provinsi Banten.
Reporter: Yusuf Permana
Editor: Aas Arbi











