SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Tongkat Komando Resor Militer (Korem) 064/Maulana Yusuf telah resmi berpindah dari Mayjen TNI Edi Saputra kepada Brigjen TNI Daru Cahyadi Soeprapto. Sejumlah tugaspun sudah menanti Daru Cahyadi. Salah satunya ialah antisipasi atau mitigasi bencana alam, khususnya menjelang momentum Natal 2025 dan Tahun Baru (Nataru) 2026.
Selain operasi militer dalam peperangan, Tentara Nasional Indonesia (TNI) juga memiliki memiliki peran yang sangat vital dalam penanggulangan bencana alam. Apalagi, Provinsi Banten menjadi daerah yang rawan bencana alam banjir bandang, tanah longsor, pergerakan tanah, hingga tsunami.
Atas kondisi tersebut, sejumlah pihak pun menitipkan harapan kepada Daru Cahyadi untuk dapat menyiagakan personelnya dalam upaya memperkuat antisipasi bencana alam di Tanah Jawara ini.
Wakil Gubernur Banten, Achmad Dimyati Natakusumah mengatakan, Korem 064/MY menjadi kunci utama dalam pertahanan keamanan di Provinsi Banten baik itu ancaman huru hara dari pihak luar maupun dalam, yang dapat mengancam stabilitas di Banten.
“Lalu dalam posisi kritis, terkait terjadinya bencana, TNI harus berada pada garda terdepan dengan melakukan mitigasi resiko, dan penanggulangan bencana,” kata Dimyati dalam acara pisah sambut Dandrem 064/MY di KP3B, Kota Serang, Selasa, 9 Desember 2025.
Selama ini, Dimyati mengaku terbantu dengan kehadiran TNI di tengah masyarakat. Sebab, dalam beberapa peristiwa, personel TNI tidak pernah absen dalam memberikan bantuan kepada warga Banten.
Apalagi, saat ini TNI juga ikut terlibat dalam menjaga ketahanan pangan nasional dan pemberdayaan masyarakat melalui berbagai programnya, salah satunya yakni TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) yang dilakukan di sejumlah daerah pelosok di Banten.
Ia berharap, dedikasi seperti ini terus dapat dikembangkan dengan adanya kolaborasi konstruksi baik dengan pihak Kepolisian maupun pemerintah daerah.
“TNI harus bekerja sama dengan polisi, karena polisi tugasnya adalah keamanan. TNI tugasnya adalah pertahanan, tapi dalam kasus ini harus bersama-sama,” ungkapnya.
Editor: Agus Priwandono











