• Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
Home Berita Utama

Angka Anak Putus Sekolah di Pandeglang Masih Tersisa Sekitar 2.000 Anak

Moch. Madani Prasetia by Moch. Madani Prasetia
Jumat, 12 Desember 2025 19:58
in Berita Utama, Pandeglang
Angka Anak Putus Sekolah di Pandeglang Tersisa 2.000 Anak

Sekretaris Disdikpora Pandeglang, Nono Suparno/Moch Madani Prasetia

PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang menekan angka anak putus sekolah (ATS) masih menghadapi hambatan serius. Selain faktor sosial dan pilihan pendidikan masyarakat, ketidakcocokan data antar lembaga menjadi kendala utama.

Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Pandeglang mencatat, hingga akhir tahun ajaran 2024–2025, sekitar 2.000 anak masih masuk kategori ATS. Meski menurun dibanding tahun sebelumnya, angka ini belum mendekati target nol ATS pemerintah.

RelatedPosts

Dinsos Cilegon Minta Data Penerima Bansos Diperiksa Berkala agar Tepat Sasaran

Dinsos Cilegon Minta Data Penerima Bansos Diperiksa Berkala agar Tepat Sasaran

Kamis, 15 Oktober 2026 07:40
DP3AP2KB Cilegon Catat Satu Kasus TPPO Terkait Tenaga Kerja Luar Negeri

DP3AP2KB Cilegon Catat Satu Kasus TPPO Terkait Tenaga Kerja Luar Negeri

Kamis, 15 Oktober 2026 07:30
Pilar Saga Ichsan Tinjau Kasus Diare Massal dan Jenguk Korban Ledakan Dapur MBG

Pilar Saga Ichsan Tinjau Kasus Diare Massal dan Jenguk Korban Ledakan Dapur MBG

Kamis, 15 Oktober 2026 07:20
Wali Kota Tangsel Dijadwalkan Hadiri Business Matching Eksportir dan Rakor Satlinmas Banten

Wali Kota Tangsel Dijadwalkan Hadiri Business Matching Eksportir dan Rakor Satlinmas Banten

Kamis, 15 Oktober 2026 06:43

Sekretaris Disdikpora Pandeglang, Nono Suparno, mengatakan, menihilkan ATS tidak bisa dicapai dalam waktu singkat. Kondisi geografis dan karakter sosial masyarakat di Pandeglang membuat tantangan ini semakin kompleks.

“Angka putus sekolah itu berjalan terus. Di daerah seperti Pandeglang, ATS tidak akan habis meskipun kita sudah berusaha maksimal,” kata Nono Suparno, Jumat 12 Desember 2025.

Salah satu penyebab tingginya ATS adalah perpindahan siswa ke pondok pesantren setelah lulus SD atau SMP. Banyak pesantren tidak tercatat sebagai lembaga pendidikan formal, sehingga siswa yang pindah tidak masuk data pemerintah.

Disdikpora mendorong masyarakat memilih pesantren yang menyediakan jalur kesetaraan seperti paket B atau paket C melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). Langkah ini bertujuan memastikan siswa tetap terdata dalam sistem pendidikan formal.

Masalah terbesar muncul dari administrasi. Ketidakcocokan data antara Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) dan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) membuat ATS sulit dipetakan. Perbedaan penulisan nama hingga status domisili menambah jumlah ATS secara semu.

“Angka ATS itu bukan hanya yang tidak sekolah. Ada juga residu karena datanya tidak valid. Misalnya nama di Disdukcapil tidak sama dengan di Dapodik, padahal anaknya tetap sekolah,” kata Nono.

Untuk mengatasi hal ini, Disdikpora bekerja sama dengan Disdukcapil melakukan verifikasi dan sinkronisasi data. Strategi jemput bola melalui PKBM juga dijalankan untuk memastikan anak di luar sistem pendidikan dapat teridentifikasi.

“PKBM adalah jantung pendidikan masyarakat. Mereka dikelola masyarakat, tapi dilindungi Disdikpora. Kami berharap PKBM menjadi penghubung antara pemerintah dan siswa jalur nonformal,” ujarnya.

Nono mengingatkan orang tua lebih peduli terhadap pendidikan dasar anak. Ia menegaskan, kewajiban belajar 12 tahun merupakan pondasi penting bagi kesejahteraan generasi mendatang.

“Tanpa pengetahuan yang cukup, kesejahteraan masa depan tidak akan tercapai. Pendidikan ini hak sekaligus kewajiban,” tutur Nono.

Meski berbagai upaya telah dilakukan, hambatan terbesar tetap akurasi data. Selama ketidakcocokan data belum teratasi, jalan menuju target nol ATS masih panjang.

Reporter: Moch Madani Prasetia

Tags: Anak putus sekolahangka putus sekolah di Pandeglang
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Masih Ada 31 Ribu Warga Pandeglang Belum Miliki e-KTP

Next Post

Ini Identitas dan Kronologis Penangkapan Terduga Teroris di Kabupaten Serang

Next Post
Ini Identitas dan Kronologis Penangkapan Terduga Teroris di Kabupaten Serang

Ini Identitas dan Kronologis Penangkapan Terduga Teroris di Kabupaten Serang

barang tertinggal di kereta

Barang Tertinggal di Kereta Capai Rp4,46 Miliar, Sebagian Sudah Dikembalikan KAI

Rabu, 14 Oktober 2026 19:14
Puluhan PKL Bonakarta Geruduk Kantor Wali Kota Cilegon, Minta Solusi Relokasi

Puluhan PKL Bonakarta Geruduk Kantor Wali Kota Cilegon, Minta Solusi Relokasi

Rabu, 14 Oktober 2026 11:44
Kecamatan Tigaraksa borong empat penghargaan

Kecamatan Tigaraksa Borong Empat Penghargaan pada HUT ke-394 Kabupaten Tangerang

Rabu, 14 Oktober 2026 08:58
Sekolah Gratis Sasar Madrasah, Budi Prajogo Apresiasi Gubernur Banten

Sekolah Gratis Sasar Madrasah, Budi Prajogo Apresiasi Gubernur Banten

Selasa, 17 Maret 2026 14:08
Penambahan Kursi DPRD Cilegon

Potensi Penambahan Kursi Dewan, Golkar Cilegon Siapkan Calon Potensial

Selasa, 13 Oktober 2026 16:32
Update Arus Mudik Pelabuhan Ciwandan 17 Maret 2026: Penumpang Tembus 10.987 Orang

Update Arus Mudik Pelabuhan Ciwandan 17 Maret 2026: Penumpang Tembus 10.987 Orang

Selasa, 17 Maret 2026 13:21
Visual Film Indonesia Disebut ‘Selevel Dunia’, Film Na Willa Bikin Warganet Penasaran

Visual Film Indonesia Disebut ‘Selevel Dunia’, Film Na Willa Bikin Warganet Penasaran

Selasa, 17 Maret 2026 14:02

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Kalau Kurang, Tambah

Kalau Kurang, Tambah

by Mashudi
Kamis, 15 Oktober 2026 07:40
0

Sejak pertama diajari makan sendiri, saya juga diajari mengukur kemampuan sendiri. Uku­rannya sederhana: berapa banyak nasi, lauk, dan sayur yang...

Dinsos Cilegon Minta Data Penerima Bansos Diperiksa Berkala agar Tepat Sasaran

Dinsos Cilegon Minta Data Penerima Bansos Diperiksa Berkala agar Tepat Sasaran

by Adam Fadillah
Kamis, 15 Oktober 2026 07:40
0

Kepala Dinas Sosial Kota Cilegon Lia Nurlia Mahatma.

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2026 RadarBanten.